Pergantian Menteri Keuangan Tahun 2025: Apakah Pasar Modal Bereaksi? (Studi pada Indeks Saham LQ45)
Keywords:
Reaksi Pasar Modal, Event Study, Pergantian Menteri Keuangan, Abnormal Return, Cumulative Abnormal Return, Indeks LQ45Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reaksi pasar modal Indonesia terhadap pergantian Menteri Keuangan dari Sri Mulyani Indrawati kepada Purbaya Yudhi Sadewa pada tanggal 8 September 2025. Penelitian ini menggunakan metode event study untuk mengukur reaksi pasar melalui perbedaan Abnormal Return (AR) dan Cumulative Abnormal Return (CAR) pada perusahaan yang tergabung dalam indeks LQ45. Periode pengamatan (event window) dilakukan selama 7 hari bursa, yaitu 3 hari sebelum peristiwa (t-3), hari terjadinya peristiwa (t0), dan 3 hari setelah peristiwa (t+3). Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 45 perusahaan yang memenuhi kriteria penelitian. Perhitungan expected return menggunakan Market-Adjusted Model, sedangkan pengujian hipotesis dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada Abnormal Return (AR) sebelum dan sesudah peristiwa (p-value = 0,056 > 0,05) maupun pada Cumulative Abnormal Return (CAR) (p-value = 0,648 > 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia tidak memberikan reaksi yang signifikan terhadap pergantian Menteri Keuangan tahun 2025. Selain itu, hasil penelitian juga mendukung konsep Efficient Market Hypothesis (EMH) bentuk setengah kuat (semi-strong form), yang menjelaskan bahwa informasi publik dapat direspons secara cepat oleh pelaku pasar.