TERAPI REALITAS SEBAGAI SARANA MENINGKATKAN RESILIENSI PADA PENYANDANG TUNA DAKSA (Reality Therapy as a Means of Increasing Resilience to Individual with Physichal Disabilities)

Lulun Rosana Pratiwi

Abstract


Abstrak. 

Individu dengan tuna daksa rentan memiliki resiliensi yang rendah. Penelitian ini
bertujuan untuk melihat pengaruh terapi realitas untuk meningkatkan resiliensi pada
penyandang tuna daksa. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada perbedaan tingkat
resiliensi antara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan terapi realitas pada penyandang
tuna daksa. Tingkat resiliensi pada penyandang tuna daksa setelah diberikan perlakuan
terapi realitas lebih tinggi dibanding sebelum diberikan perlakuan terapi realitas.
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala resiliensi. Skala resiliensi yang
digunakan mempunyai nilai reliabilitas sebesar 0,908. Subjek penelitian ini adalah 5
orang penyandang tuna daksa yang mempunyai resiliensi rendah. Desain penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini adalah one group pretest-posttest design. Analisis data
yang digunakan adalah wilcoxon signed rank untuk melihat perbedaan skor pada subjek
sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Hasil analisis menunjukkan ada perbedaan skor
skala resiliensi antara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan terapi realitas dengan
nilai Z = -2,023 (p < 0,05).

 

Abstract. 

Indivual with physical disabilities are susceptible to low resilience. This research
aimed to look at the effect of reality therapy to improve resilience in individual with
physical disabilities. The hypothesis of this research is that there is difference of
resilience level before and after treatment of reality therapy given to individual with
physical disabilities, which resilience of individual with physical disabilities after
giving reality therapy is higher than before giving reality therapy. Methods of data
collection used in this research are resilience scale. Resilience scale has a reliability
value of 0.908. The subjects of this research were 5 persons with physical disabilities
who had resilience in the low category. The research design used is a one group
pretest-posttest design. Data analysis used is Wilcoxon Signed Rank to see the
difference of score on subject before and after treatment given. Based on the data
analysis Wilcoxon Signed Rank found difference of resilience scale score before and
after treatment of reality therapy given with value Z = -2,023 (p <0,05).


Keywords


Reality Therapy, Resilience, Physical Disabilites

References


Anggraeni, R. R. (2008) Resiliensi pada

penyandang tuna daksa pascakecelakaan. Studi Psikologi, Fakultas

Psikologi, Universitas Gunadarma :

Jakarta.

Bandura, A. (1997). Self-efficacy and health

behaviour. Cambridge handbook of

psychology, health and medicine. 160-

Cambridge: Cambridge University

Press.

Bari, NS., Bahrain, SA., Azargoon, H., Abedi,

H., & Aghaee F. (2014) The

effectiveness of reality therapy on

resiliency of divorced women in

neyshabour city of iran. International

Research Journal of Applied and Basic

Sciences.vol 6 (2), 160-164

Beck, J. S. (2011). Cognitive behavoir therapi

(basics and beyond.) Second Edition.

New York : The Guilford Press.

Benard, B. (2004). Fostering resiliency in

kids: protective factors in the family,

school, and community. San Fancisco :

Far West Laboratory for Educational

Research and Development.

Corey, G. (2009). Teori dan praktek konseling

dan psikoterapi. Bandung : PT Refika

Aditama

Dwiayuningtyas, M. (2014) . Studi deskriptif

mengenai resiliensi pada penyandang

tuna daksa pasca kecelakaan usia

dewasa awal di kelompok kreativitas

difabel (KKD) Bandung. Skripsi, tidak

diterbitkan. Universitas Gunadarma :

Jakarta

Gunarsa, S. D. (2000). Konseling dan

psikoterapi. Jakarta: Gunung Mulia

Grotberg, E. H. (1999). Tapping your inner

strength : How to find the resilience to

deal with anything. Oakland, CA : New

HarbingerPublications, Inc

Grotberg, E. H. (1999). A guide to Promoting

Resilience in Children : Strengthening

the Human Spirit. Den Haag : Bernard

Van Leer Foundation.

Grothberg, E. (2000). Resilience for today :

Gaining strength from adversity. (Rev.

Ed). United States of America :

Greenwood Publishing Group, Inc

Hendriyani, Wiwin. (2016) Pengembangan

modul intervensi untuk meningkatkan

resiliensi pada individu yang

mengalami perubahan fisik menjadi

penyandang disabilitas. Jurnal INSAN,

, (01), 66-75

Kosasih, E., (2012). Cara bijak memahami

anak berkebutuhan khusus. Bandung :

Yrama Widya.

Latipun. (2002). Psikologi eksperimen.

Malang: UMM Press.

Latipun. (2005). Psikologi konseling. Malang:

UMM Press.

Nurdian, Z & Anwar, M.D, (2014). Konseling

kelompok untuk meningkatkan

resiliensi pada remaja penyandang cacat

fisik (difable). Jurnal Ilmiah Psikologi

Terapan. Fakultas Psikologi. UMM. 02

(.01), 36-49.

Revich, K & Shatte, A. (2002). The resilience

factor. New York : Broadway Books.

Westbrook, D., Kennerley, H. & Kirk, J.

(2007). CBT : An Introduction To

Cognitive Behavior Therapy. Great

Britain : Sage Publications Ltd.

Yuniardi, M. S. (2009). Analisis potensi

resiliensi korban lumpur panas

Lapindo: Tinjauan pada tiap tahap

perkembangan. Jurnal Psikologia, 4,

(2)

Yuniardi, M. S. & Djudiyah. (2011). “Support

group therapy†untuk mengembangkan

potensi resiliensi remaja dari keluarga

“single parent†di kota Malang. Jurnal

Psikobuana, 3, (2), 135–140.


Full Text: PDF

DOI: 10.15294/intuisi.v10i1.17381

Refbacks

  • There are currently no refbacks.