PERUBAHAN GARAP PEDHALANGAN WAYANG KULIT PURWA GAYA SURAKARTA DEWASA INI (The Present Change in the Arrangement of Classical Leather Pupperty “the Surakarta Style)

M Randyo(1),


(1) 

Abstract

Pertunjukan wayang kulit purwa gaya Surakarta dewasa ini ternyata mengalami perubahan, baik yang menyangkut bentuk pertunjukkan, perlengkapan yang digunakan, maupun susunan atau tata panggung. Perubahan-perubahan yang terjadi meliputi: penataan panggung, penambahan jumlah instrumen, garap catur meliputi dialog wayang, janturan dan pocapan, sabet meliputi gerak-gerak wayang, iringan meliputi gendhing-gendhing karya baru, boneka wayang meliputi bentuk-bentuk desain  wayang baru. Terjadinya perubahan dalam pertunjukkan wayang dikarenakan adanya faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal pada urnumnya datang selalu ingin mendapat tanggapan, karena mereka hidupnya mengandalkan dari hasil pentas, sehingga bentuk pekelirannya selalu melayani selera penonton. Selain itu bahwa seniman dalang sebagai makhluk individu ingin selalu mengaktualisasikan dirinya, maka terdapat kecenderungan dalam pekeliran terdapat inovasi-inovasi yang menyimpang dari tradisi. Faktor eksternal pengaruh dari perubahan teknologi, perubahan sistem sosialdan perubahan sistem nilai.

KataKunci: Faktor Perubahan, Garap Wayang kulit

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.