Abstract

SMA Negeri 11 Semarang merupakan salah satu sekolah yang telah menerapkan pembelajaran inovatif berbasis proyek. Penerapan pembelajaran berbasis proyek ini termasuk pada pembelajaran HOTS yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Namun kenyataannya dalam penerapan pembelajaran HOTS tidaklah mudah, masih terdapat guru yang belum sepenuhnya dapat menerapkan pembelajaran HOTS, sehingga muncul resiliensi guru untuk bertahan dalam menghadapi permasalahan penerapan pembelajaran HOTS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resiliensi yang dilakukan guru dalam menerapkan pembelajaran HOTS. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 11 Semarang dengan menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun informan pada penelitian ini terdiri dari guru sosiologi sebagai informan utama, WAKA Kurikulum dan Peserta Didik SMA Negeri 11 Semarang. Hasil penelitian dianalisis menggunakan konsep Resiliensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi yang dilakukan oleh sebagian guru sosiologi sudah pada upaya memperbaiki atau mencari solusi untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesionalitas diri dalam mengajar. Kemudian, sudah pada upaya menerapkan pembelajaran yang berbasis HOTS dengan membuat modul pembelajaran dan mempererat pendekatan personal peserta didik. Meskipun, dalam penerapannya belum sepenuhnya efektif dalam mengatasi permasalahan yang terjadi di dalam kelas, namun sudah termasuk sebagai ketangguhan guru sosiologi dalam menerapkan pembelajaran HOTS.