SYSTEMATIC MANAGEMENT OF OFFICE EQUIPMENT AND EQUIPMENT TO SUPPORT LEARNING IN IT MUTIARA HATI ELEMENTARY SCHOOL

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Hengky Pramusinto
Hana Netti Purasani

Abstract

In its development, SD IT Mutiara Hati has not systematically management of equipment and equipment, such systematic means by implementing logistics management. Logistics management at SD IT Mutiara Hati purchased items are still recorded simply and no coding has been affixed to the consumables. Poor logistics management can have an impact on the inadebe of logistics managers to identify exchanged or lost goods. Both teachers and school staff do not understand the functioning of equipment handling and good performance by implementing five stages in good logistics management consisting of: 1) record the data as accurately as possible, 2) make inventory forecast, 3) do a check before the goods are stored, 4) provide the code in each item, 5) separate the new stock and the old stock. The recording that is currently done is still using a simple way that is recorded manually in the book of goods in and out. In the management of incoming goods and goods out of elementary school (elementary school) IT Mutiara Hati has not implemented logistics management. Poor logistics management can have an impact on the inability of logistics managers and to identify items that are exchanged or lost so as to have a long-term impact that can hinder the ongoing learning process.


Pada perkembangannya SD IT Mutiara Hati belum melakukan pengelolaan peralatan dan perlengkapan secara sistematis, cara sistematis tersebut dengan menerapkan manajemen logistik. Pengelolaan logistik pada SD IT Mutiara Hati barang-barang yang dibeli masih dicatat dengan sederhana dan belum ada pengkodean yang ditempel pada barang-barang tidak habis pakai tersebut. Manajemen logistik yang tidak baik dapat berdampak pada ketidak mampuan pengelola logistik untuk melakukan identifikasi barang-barang yang tertukar ataupun hilang. Baik guru dan staf sekolah belum memahami keberfungsian penanganan peralatan dan perlengakapan yang baik dengan menerapkan lima tahapan dalam pengelolaan logistik yang baik yang terdiri dari: 1) pencatatan data seakurat mungkin, 2) membuat forecast persediaan,  3) lakukan pengecekan sebelum barang disimpan, 4) memberikan kode di setiap barang, 5) pisahkan stok baru dan stok lama. Pencatatan yang saat ini dilakukan masih menggunakan dengan cara sederhana yaitu dicatat secara manual di buku barang masuk dan keluar. Pada pengelolaan barang masuk dan barang keluar Sekolah Dasar (SD) IT Mutiara Hati belum menerapkan manajemen logistik. Manajemen logistik yang tidak baik dapat berdampak pada ketidakmampuan pengelola logistik serta melakukan identifikasi barang-barang yang tertukar ataupun hilang sehingga memiliki dampak jangka panjang yang bisa menghambat proses pembelajaran yang sedang berlangsung.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Pramusinto, H., & Purasani, H. (2020). SYSTEMATIC MANAGEMENT OF OFFICE EQUIPMENT AND EQUIPMENT TO SUPPORT LEARNING IN IT MUTIARA HATI ELEMENTARY SCHOOL. Indonesian Journal of Devotion and Empowerment, 2(1), 19-25. https://doi.org/10.15294/ijde.v2i1.42285

References

Evitha Yuli, 2017. Pengaruh Kerelasian Pemasaran dan Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada PT Asri Pancawarna. Jurnal Logistik Indonesia, Volume 01, Nomor 01, April 2017
Nur Hayati Enty, 2014. Supply Chain Management (SCM) Dan Logistic Management. Jurnal Dinamika Teknik, Vol 8 No 1 Januari 2014, h.25 – 34
Wahyudi Abdul Fino, dkk.. 2017. Kajian Kesiapan SDM Logistik Menghadapi Era MEA. Jurnal Logistik Indonesia, Terbit April 2017
Cara Sederhana Mengelola Stok Barang pada Gudang. https://www.jurnal.id/id/blog/2017-5-cara-sederhana-mengelola-stok-barang-pada-gudang/
Profil SD IT Mutiara Hati https://sdit.mutiara-hati-smg.sch.id/read/11/profil-sd-it-mutiara-hati-semarang