Abstract

ABSTRAK


Tujuan penelitian ini untuk menguji keefektifan layanan penguasaan konten dengan teknik modelling untuk meningkatkan kreativitas belajar siswa kelas VIII G SMP N 11 Semarang. Metode yang digunakan adalah metode pre-experimental design, dengan menggunakan One group pretest-posttest design. Penelitian ini menggunakan purposive sampling, dengan subyek penelitian sebanyak 34 siswa yang memiliki masalah kreativitas belajar. Alat pengumpul data menggunakan skala kreativitas belajar, pengujian validitas dan reliabilitas menggunakan rumus Product Moment dan rumus alpha. Analisis data menggunakan analisis deskriptif standar deviasi dan uji T-test. Kreativitas belajar siswa sebelum diberikan layanan penguasaan konten dengan teknik modelling memiliki rata-rata 216 termasuk dalam kategori sedang. Sedangkan kreativitas belajar siswa setelah diberikan layanan penguasaan konten dengan teknik modelling memiliki rata-rata 310,2 termasuk kategori tinggi. Peningkatan dari hasil pre-test ke hasil post-test mengalami peningkatan sebesar 94,2. Berdasarkan hasil uji T-test dengan taraf kesalahan 5% diketahui  lebih kecil dari  (-16,867 < -2,035) maka Ha diterima. Dapat disimpulan bahwa layanan penguasaan konten dengan teknik modelling dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa.


ABSTRACT


The purpose of this study is to test the effectiveness of content mastery services with modeling techniques to improve the creativity of students learning class VIII G SMP N 11 Semarang. The method used is pre-experimental design method, using One group pretest-posttest design. This study uses purposive sampling, with the subject of research as many as 34 students who have learning creativity problems. Data collection tools use the scale of learning creativity, validity and reliability testing using Product Moment formula and alpha formulas. Data analysis used standard deviation descriptive analysis and T-test. Student learning creativity before being given content mastery service with modeling technique has an average of 216 included in medium category. While the creativity of student learning after being given content mastery services with modeling techniques have an average of 310.2 including high category. The increase of pre-test results to post-test results increased by 94.2. Based on T-test result with 5% error level known T hitung smaller than T tabel (-16,867 <-2,035) then Ha accepted. It can be concluded that content mastery service with modeling technique can improve student's learning creativity.