Studi Pengembangan Diri (Bakat Minat) pada Siswa Komunitas Sastra di Sekolah Alternatif Qoryah Thoyyibah Salatiga

  • Bregita Rindy Antika Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
  • Suharso Suharso
  • Eko Nusantoro
Keywords: The process of self-development, in students at the alternative school literary community Qoryah Thoyyibah

Abstract

Penelitian ini berdasarkan fenomena yang ada di sekolah alternatif qoryah thoyyibah bahwa sekolah tersebut merupakan sekolah alam yang berlandaskan konsep kemandirian siswa, tidak ada proses belajar mengajar, tidak ada guru tetap dan tidak ada konselor sekolah yang membantu siswa untuk mengembangkan diri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses pengembangan diri siswa dari raw input-proses-output. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Sampel penelitiannya yaitu 13 orang siswa, 2 guru pendamping dan kepala sekolah. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menyebutkan bahwa Proses pengembangan diri di sekolah alternatif qoryah thoyyibah berdasarkan kemandirian siswa. Sesuai dengan teori belajar humanistik, Siswa didorong untuk bebas mengemukakan pendapat, memilih pilihannya sendiri, melakukan apa yang akan diinginkan dan menanggung resiko dari perilaku yang dtunjukkan. Peran guru dan siswa dalam proses pengembangan diri sangat penting, karena guru adalah sebagai fasilitator dan juga  guru memberikan motivasi. Dalam proses pengembangan diri bergantung pada kreatifitas guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan lain dalam mengelola dan mengembangkan program-program sekolahnya. Siswa dapat mengembangkan bakat minatnya karena mereka melaksanakan komitment awal belajar dengan baik dan disiplin sehingga tercapai target dan keinginan masing-masing siswa.

 

The research was based on the phenomenon that is in an alternative school Qoryah Thoyyibah which is based on the concept of self-sufficiency of nature students, no teaching and learning, there is no permanent teacher and no school counselor helps students in self development. The purpose of this study is to determine the student development process from raw input-process-output. The Type of the research is descriptive research with a case research approach. The Research takes samples at 13 students, 2 teachers and an Headmaster. the Methods of data collecting is using interview, observation and documentation. The study says that the process of self-development in alternative schools Qoryah Thoyyibah is by students it selves. According to humanistic learning theory. The role of teachers and students in the process of self-development is very important. In the process of self-development is depends on the creativity of the teachers, principals, and other education personnel in managing and developing school programs. Students can develop their talents because they pay attention to their commitment  and discipline as they carry out their interest to learn in order to reach goals and desires of each student.

References

Bungin,Burhan. Analisis Data Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.2008

BNSP. 2006. Panduan Pengembangan Diri

Moleong. 2007. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Munandir. 1996. Program Bimbingan karir Di sekolah. Jakarta : Depdikbud

Soeparwoto. 2007. Psikologi Perkembangan. Semarang : UPT MKK Unnes

Sugiyono, 2010. Metode Penelitian Pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatf dan R&D. Bandung : Alfabeta

Yin,.Robert K. 2011. Studi kasus desain dan metode.Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Published
2013-09-04
How to Cite
Antika, B., Suharso, S., & Nusantoro, E. (2013). Studi Pengembangan Diri (Bakat Minat) pada Siswa Komunitas Sastra di Sekolah Alternatif Qoryah Thoyyibah Salatiga. Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application, 2(3). Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jbk/article/view/3195

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 > >>