Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah kurangnya pengetahuan tentang seduhan biji mahoni untuk menyembuhkan kelelahan yang disebabkan oleh kadar malondyaldehid yang tinggi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh seduhan biji mahoni terhadap kadar malondyaldehid setelah melakukan aktivitas fisik maksimal, dan untuk mengatahui dosis yang lebih optimal seduhan biji mahoni untuk menurunkan kadar malondyaldehid. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan Post test Only Kontrol Design. Rancangan penelitian menggunakan 30 ekor (Rattus norvegicus) strain wistar berkelamin jantan dewasa usia dua bulan dengan berat 150 s/d 180 gram. Tiga puluh ekor tikus putih dibagi dalam 5 kelompok secara acak, terdiri dari 5 ekor tikus tiap kelompok. Kelompok pertama sebagai kontrol tanpa perlakuan, kelompok kedua sebagai kontrol dengan aktivitas fisik renang 30 menit, dan 3 kelompok tersisa adalah kelompok treatment dengan dosis yang berbeda. Pertama dengan dosis 1,08ml, kedua 2,16ml, dan ketiga 4,32ml. Hasil penelitian kadar malondyaldehid memilliki rata-rata kelompok kontrol tanpa perlakuan : 13,13 nmol/ml, kelompok kontrol dengan aktivitas fisik maksimal : 19,85, dosis (1,08ml) : 16,85 nmol/ml, dosis (2,16ml) : 14,89 nmol/ml, dan dosis (4,32ml) : 17,77 nmol/ml. Simpulan penelitian terdapat pengaruh pemberian air seduhan biji mahoni terhadap kadar malondyaldehid,  disarankan untuk mengkonsumsi seduhan biji mahoni sebagai pengikat radikal bebas dalam tubuh.