Aspek-Aspek Pendidikan Politik dalam Kehidupan Demokrasi untuk Mewujudkan Kecakapan Warga Negara yang Smart and Good Citizenship

  • Halking Halking Universitas Negeri Medan
Keywords: Aspek Kognitif, Afektif, Psikomotorik, Pendidikan Politik, Karakter, Kecakapan Warga Negara

Abstract

Aspek-aspek pendidikan politik merupakan salah satu substansi kajian Pendidikan Politik yang didalami di lembaga pendidikan tenaga kependidikan. Aspek-aspek pendidikan politik ini terdiri atas tiga aspek, yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Pertama, aspek kognitif pendidikan politik merupakan aspek yang memberikan kontribusi dalam membangun pengetahuan politik warga negara. Permasalahan pokok pengetahuan politik warga negara yang perlu dibangun di antaranya masalah demokrasi dan hak-hak warga negara, kedaulatan rakyat, sistem kelembagaan negara, hubungan kekuasaan pusat dan daerah, sistem politik, pemilihan umum dan sebagainya. Kedua, aspek afektif pendidikan politik merupakan aspek yang memberikan kontribusi dalam membangun karakter dan keberpihakan warga negara. Proses aspek afektif ini merupakan proses mengenalkan dan menanamkan nilai-nilai untuk membentuk karakter dan keberpihakan warga negara serta mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari baik kapasitasnya sebagai individu yang bebas otonom maupun sebagai warga negara yang bertanggung jawab. Ketiga, aspek psikomotor pendidikan politik yang memberikan kontribusi dalam membangun kecakapan warga negara yang meliputi kecakapan intelektual dan kecakapan partisipatoris. Kecakapan intelektual adalah kecakapan berpikir kritis yang meliputi kemampuan mendengar, mengidentifikasi dan mendeskripsikan persoalan, menganalisis, dan melakukan suatu evaluasi isu-isu publik. Sedangkan kecakapan partisipatoris warga negara meliputi keahlian berinteraksi, keahlian memantau isu publik, dan keahlian mempengaruhi kebijakan publik. Ketiga aspek pendidikan politik tersebut (kognitif, afektif, dan psikomotor) dalam kehidupan demokrasi diharapkan dapat mewujudkan warga negara yang cerdas dan baik yang bermuara pada pembentukan warga negara yang smart and good citizenship, warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara Indonesia yaitu warga negara yang memiliki kompetensi civic knowledge, civic skills, dan civic dispositions, serta memiliki kecerdasan moral.

 

The aspects of political education are one of the substance of the study of Political Education which is explored in educational institutions. These aspects of political education consist of three aspects, namely cognitive, affective, and psychomotor aspects. First, the cognitive aspect of political education is an aspect that contributes to building citizens' political knowledge. The main problems of citizens' political knowledge that need to be built include the problem of democracy and the rights of citizens, people's sovereignty, state institutional systems, relations between central and regional powers, the political system, general elections and so on. Second, the affective aspect of political education is an aspect that contributes to building the character and alignments of citizens. This affective aspect process is a process of introducing and instilling values ​​to shape the character and partisanship of citizens as well as implementing them in daily life both in their capacity as autonomous free individuals and as responsible citizens. Third, the psychomotor aspect of political education that contributes to building citizen skills which includes intellectual and participatory skills. Intellectual skills are critical thinking skills which include the ability to hear, identify and describe problems, analyze, and carry out an evaluation of public issues. While citizen participatory skills include interacting skills, expertise in monitoring public issues, and expertise influencing public policy. The three aspects of political education (cognitive, affective, and psychomotor) in democratic life are expected to be able to realize smart and good citizens who lead to the formation of citizens who are smart and good citizenship, citizens who can be relied on by the nation and state of Indonesia, namely citizens who have the competency of civic knowledge, civic skills, and civic dispositions, and have moral intelligence.

References

Affandi, Idrus. (2011). Pendidikan Politik: mengefektifkan Organisasi Pemuda Melaksanakan Pendidikan Politik

Pancasila dan UUD 1945. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Alfian. (1986). Pemikiran dan Perubahan Politik. Jakarata: Gramedia.

Amirmachmud. (1987). Pembangunan Politik Dalam Negeri. Jakarta: Gramedia.

Balla, John dan Ramadhan, (1999). Panduan Pendidikan Politik untuk Fasilitator. Yogyakarta: Kerjasama PACT dan Insist.

Betni H. Purba, Beti H,, dkk. (2012). Buku Pedoman Pendidikan Politik. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan HAM, Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Branson, Margaret S., dkk. (1999). Belajar Civic Education dari Amerika. Yogyakarta: LKiS.

Fakih, Mansour, dkk., (1999). Panduan Pendidikan Politik untuk Rakyat. Yogyakarta: Kerjasama PACT dan Insist.

Handoyo, Eko dan Lestari, Puji. (2017). Pendidikan Politik. Yogyakarta: Pohon Cahaya.

Kartono, Kartini. (2009). Pendidikan Politik sebagai Bagian dari Pendidikan Orang Dewasa. Bandung. Mandar Maju.

Khoiron, M. Nur, dkk. (1999). Pendidikan Politik bagi Warga Negara (Tawaran Operasional dan Kerangka Kerja). Yogyakarta: LKiS.

Lickona, Thomas. (2013). Educating for Character: Mendidik untuk Membentuk Karakter, Bagaimana Sekolah dapat Memberikan Pendidikan tentang Sikap Hormat dan Bertanggung Jawab. Jakarta: Bumi Aksara.

Mahardika, Timur. (2001). Pendidikan Politik Pemberdayaan Desa Panduan Praktisi: Yogyakarta: Lapera Pustaka Utama.

Masyitoh, Iin Siti. (2008). Memahami Pendidikan Kewarganegaraan. Bandung: UPI Bandung.

Naning, Ramdlon. (1982). Pendidikan Politik dan Regenerasi. Yogyakarta: Liberty.

Sumantri, Endang, dkk. (2003). Pendidikan Politik. Jakarta: Universitas Terbuka.

Sunatra. (2016). Pendidikan Politik Kewarganegaraan. Bandung: LeKKaS.

Surbakti, Ramlan. (1984). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Surabaya: Universitas Airlangga.

Ubaidillah, A. dkk. (2000). Pendidikan Kewargaan (Civic Education), Demokrasi, HAM, dan Masyarakat Madani. Jakarta: IAIN Syarif Hidayatullah.

Wahab, A. Azis. (1996). Politik Pendidikan dan Pendidikan Politik: Model Pendidikan Kewarganegaraan Indonesia Menuju Warga Negara Global. Bandung: IKIP Bandung.

Winataputra, Udin S. dan Budimansyah, Dasim. (2007). Civic Education: Landasan, Bahan Ajar, dan Kultural Kelas. Bandung: SPS UPI Bandung.

Published
2018-11-25
How to Cite
Halking, H. (2018). Aspek-Aspek Pendidikan Politik dalam Kehidupan Demokrasi untuk Mewujudkan Kecakapan Warga Negara yang Smart and Good Citizenship. Seminar Nasional Hukum Universitas Negeri Semarang, 4(03), 1205-1228. Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/snh/article/view/27031