PBL Learning using Working Backward Strategies to Improve Mathematical Problem Solving Ability Pembelajaran PBL Strategi Working Backward untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik Siswa

Main Article Content

Siti Murniati
Mulyono Mulyono
Muhammad Kharis

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui rata-rata kelas dan ketuntasan klasikal kemampuan pemecahan masalah matematik siswa dengan pembelajaran PBL strategi working backward, perbedaan rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematik siswa dengan pembelajaran PBL strategi working backward dan pembelajaran konvensional, dan penggolongan keterampilan proses siswa kelas VIII yang diajar dengan pembelajaran PBL strategi working backward. Dari populasi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Godong tahun pelajaran 2015/2016 terpilih siswa kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VIII I sebagai kelas kontrol. Data diperoleh dengan metode dokumentasi, observasi, dan tes, kemudian data hasil tes dianalisis menggunakan uji rata-rata satu pihak, uji proporsi satu pihak, dan uji perbedaan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kelas dan kemampuan pemecahan masalah matematik siswa dengan pembelajaran PBL strategi working backward lebih dari KKM dan dapat mencapai ketuntasan klasikal, rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematik siswa menggunakan pembelajaran PBL strategi working backward lebih baik daripada yang diajar dengan pembelajaran konvensional, dan hasil pengamatan keterampilan proses siswa diperoleh 10 siswa sangat terampil, 21 siswa terampil, dan 4 siswa cukup terampil.


 


The purpose of this research was to find out the class average and classical completeness of students’ problem­solving ability in mathematics with PBL learning working backward strategy, different average the students’ problem­solving ability in mathematics with PBL learning working backward strategy and conventional teaching, and the classification eighth grade students’ process skills that are taught by PBL learning working backward strategy. From the population in this study were students of class VIII SMP Negeri 1 Godong in 2015/2016 academic year was elected students of class VIII A students as experimental class and students of class VIII I as the control class. Data obtained by the method of documentation, observation and tests, then data of test results was analyzed using one hand average analysis, the proportion of one­party test, and test of different average. The results showed that the class average and students' problem solving ability in mathematics with PBL learning working backward strategy was more than minimum mastery criteria and reached the classical completeness, the average of students' problem solving ability in mathematics using PBL learning working backward strategy was better than who have been taught by conventional learning and the results of students skill observation obtained 10 students are highly skilled, 21 students are skilled student, and 4 students are skilled enough.

Article Details

How to Cite
Murniati, S., Mulyono, M., & Kharis, M. (2017). PBL Learning using Working Backward Strategies to Improve Mathematical Problem Solving Ability. Unnes Journal of Mathematics Education, 6(1), 27 - 36. https://doi.org/10.15294/ujme.v6i1.10983
Section
Articles
Author Biographies

Siti Murniati, Universitas Negeri Semarang

Student Education University

Mulyono Mulyono, Universitas Negeri Semarang

Unnes Lecturer

Muhammad Kharis, Universitas Negeri Semarang

Unnes Lecturer

References

Abdullah, D. I., Mastur, Z., & Sutarto, H. (2015). Keefektifan model pembelajaran problem based learning bernuansa etnomatematika terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII. Unnes Journal of Mathematics Education, 4(3): 285-291.
Amalludin, S., Pujiastuti, E., & Veronica, R.B. (2016). Keefektifan problem based learning berbantu fun math book terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII. Unnes Journal of Mathematics Education, 5(1): 69-76.
Asikin, M. (2012). Modul pelatihan model innomatts (innovative mathematics teaching study) teori belajar matematika. Semarang: Unnes Press.
BSNP . (2006). Standar isi, standar kompetensi dan kompetensi dasar SMP/MTS. Jakarta: BSNP .
Dimyati & Mudjiono. (2002). Belajar dan pembelajaran. Jakarta: PT Asdi Mahasatya.
Gunantara, Gd., Suarjana Md., & Riastini, Pt. N. (2014). Penerapan model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas V. Jurnal Mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha, 2(1).
Kartono. (2013). Disain asesmen kemampuan pemecahan masalah matematika berorientasi pada pisa dengan strategi ideal problem solver. Makalah. Seminar Nasional Evaluasi Pendidikan (SNEP) I di Universitas Negeri Semarang. Semarang, 13 Juli.
Narohita, G. A. (2011). Penerapan srategi pembelajaran heuristik dengan metode bekerja mundur untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika. Edumat: Jurnal Edukasi Matematika, 2(3): 144-151.
NCTM. (2000). Principle and standards for school mathematics. Reston, VA: Author.
Rahman, F . (2014). Profil kemampuan komunikasi matematika mahasiswa dalam pemecahan masalah ditinjau dari kemampuan matematika. Edumath, 1(1): 65-74.
Sahid. (2011). Mathematics problem solving and problem­based learning for joyful learning in primary mathematics instruction. Yogyakarta: Seameo Qitep in Mathematics.
Shadiq, F . (2004). Penalaran, pemecahan masalah dan komunikasi dalam pembelajaran matematika. Yogyakarta: Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG) Matematika.
Tim Puspendik. (2012). Kemampuan matematika siswa SMP Indonesia menurut benchmark internasional TIMSS 2011. Jakarta: Pusat Penilaian Pendidikan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 > >>