KECEMASAN MATEMATIK SISWA KELAS XI SMK BERDASARKAN MAHMOOD DAN KHATOON DALAM SETTING PROBLEM BASED LEARNING

Main Article Content

Desy Kumalasari
Iwan Junaedi
Bambang Eko Susilo

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas pembelajaran matematika dalam setting problem based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas XI SMK, mendeskripsikan tingkat kecemasan matematik siswa dalam mengikuti pelajaran matematika dalam setting problem based learning, dan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah berdasarkan tingkat kecemasan matematik. Metode penelitian ini adalah mixed methods. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI TKKB SMKN 10 Semarang. Selanjutnya dipilih 6 siswa dari masing-masing kemampuan pemecahan masalah berdasarkan tingkat kecemasan matematik. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode observasi, dokumentasi, tes, dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis kualitas pembelajaran, analisis tingkat kecemasan matematik, analisis kemampuan pemecahan masalah, reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini diperoleh: kualitas pembelajaran dalam setting problem based learning dalam kategori baik, tingkat kecemasan matematik siswa kelas XI SMKN 10 Semarang sebelum pembelajaran matematika adalah rendah, pada saat kegiatan pembelajaran adalah tinggi, dan setelah kegiatan pembelajaran adalah rendah, untuk tingkat kecemasan sebelum tes kemampuan pemecahan masalah adalah rendah, dan setelah tes kemampuan pemecahan masalah adalah tinggi, dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang tingkat kecemasan matematik rendah lebih baik dari pada siswa yang tingkat kecemasan matematiknya tinggi.


 


This research aimed to describe the quality of  mathematics teaching in the setting of problem based learning to problem­solving ability of class XI student of SMK, the level of mathematics  anxiety  of   students  in  participating  in  the  setting  math  problem  based learning, and the problem­solving abilities by mathematics anxiety levels. This research method is mixed methods. Subjects in this research is a class XI of  SMKN 10 Semarang TKKB. Furthermore, selected 6 students from each the ability of  solving mathematical problems based on the level of  mathematics anxiety. Methods of  data collection in this study is the method of observation, documentation, testing, and interviews. Analysis of the data in this study is an analysis of  the quality of  learning, mathematical anxiety level analysis, analytical problem solving capabilities, data reduction, data presentation, and drawing conclusions and verification. The results of this study were obtained: the quality of learning in the setting of problem based learning in both categories, the anxiety level math class XI student of  SMKN 10 Semarang before learning of  mathematics is low, when the learning activity is high, and after the learning activity is low, to the level of anxiety before test problem­solving ability is low, and after a test problem­solving ability is high, and the ability of  student mathematics problem solving mathematical anxiety levels low is better than the students who are high­level mathematical anxiety

Article Details

How to Cite
Kumalasari, D., Junaedi, I., & Susilo, B. (2017). KECEMASAN MATEMATIK SISWA KELAS XI SMK BERDASARKAN MAHMOOD DAN KHATOON DALAM SETTING PROBLEM BASED LEARNING. Unnes Journal of Mathematics Education, 5(3), 250-256. https://doi.org/10.15294/ujme.v5i3.11476
Section
Articles

References

Anita, I. W. 2013. Pengaruh Kecemasan Matematika (Mathematics Anxiety) Terhadap Kemampuan Koneksi Matematis Siswa SMP. Jurnal Ilmiah Program Studi Matematika STKIP Siliwangi Bandung, Vol. 3, No. 1.
Ashcraft, M. H. 2002. Math Anxiety: Personal, Educational, and Cognitive Consequences. Current Directions in Psychological Science. 11:181
Danielson, C. 2013. The Framework for Teaching Evaluation Instrument.Virginia: Association for Supervision and Curriculum Development.
Dzulfikar, A. 2013. Studi Literatur: Pembelajaran Kooperatif dalam Mengatasi Kecemasan Matematika dan Mengembangkan Self Efficacy Matematis Siswa. Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika di Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY. Yogyakarta, 9 November.
Erdogan, A., S. Kesici, & I. Sahin. 2011. Prediction of High School Students’ Mathematics Anxiety by Their Achievement Motivation ang Social Comparison. Elementary Education Online. 10, (2), 646-652.
Kemdiknas. 2015. Ujian Nasional SMK Tahun Pelajaran 2014/2015. Tersedia di www.kemdiknas.go.id
Mahmood, S. & Khatoon, T. 2011. Development and Validation of the Mathematics Anxiety Scale for Secondary and Senior Secondary School Students. British Journal of Art and Social Sciences. Vol .2 No.2 (2011), Page 169-180.
Ninik. 2014. Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah untuk Setiap Tahap Model Polya dari Siswa SMK Ibu Pakusari Jurusan Multimedia pada Pokok Bahasan Program Linear. Kadikma. Vol.5, No.3, hal 61-68.
Polya, G. 1973. How to Solve it(2nd). New Jersey: Princeton University Press.
Purnomo, D. J. 2015. Tingkat Berpikir Kreatif pada Geometri Siswa SMP Kelas VII Ditinjau dari Gaya Kognitif dalam Setting Problem Based Learning. Skripsi. Semarang: Universitas Negeri Semarang.
Purnomo, D. J., M. Asikin, I. Junaedi. 2015. Tingkat Berpikir Kreatif pada Geometri Siswa SMP Kelas VII Ditinjau dari Gaya Kognitif dalam Setting Problem Based Learning. Unnes Journal of Mathematics Education, 4(2):109-115.
Seng, E. L. K. 2015. The Influence of Pre-University Students’ Mathematics Test Anxiety and Numerical Anxiety on Mathematics Achievement. International Education Studies, Vol. 8, No. 11.
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Sumarmo, U. 2014. Pengembangan Hard Skill dan Soft Skill Matematik Bagi Guru dan Siswa untuk Mendukung Implementasi Kurikulum 2013. Seminar Pendidikan Matematika Nasional. Bandung: STKIP Siliwangi.

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >>