PERBANDINGAN ANTARA DAYA TAHAN KARDIORESPIRASI PEROKOK AKTIF BEROLAHRAGA DENGAN BUKAN PEROKOK AKTIF BEROLAHRAGA

  • Arif Bahtiar Faza Universitas Negeri Semarang
  • Setya Rahayu Universitas Negeri Semarang
  • Anies Setiowati Universitas Negeri Semarang

Abstract

Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui daya tahan kardiorespirasi perokok aktif berolahraga,
daya tahan kardiorespirasi bukan perokok aktif berolahraga dan perbedaan daya tahan
kardiorespirasi perokok aktif berolahraga dengan bukan perokok aktif berolahraga. Jenis
penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan metode survei, tes dan
pengukuran. Populasi berjumlah 107 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan
teknik purposive sampling diperoleh 30 sampel, kemudian dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu
kelompok perokok aktif berolahraga (n=15) dan kelompok bukan perokok aktif berolahraga
(n=15). Instrumen yang digunakan adalah angket dan tes multistage fitnes test (MFT). Analisis
data menggunakan descriptive presentase dan independent sampel test. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa perokok aktif berolahraga memiliki rerata daya tahan kardiorespirasi 39,16
ml/kgbb/menit. Bukan perokok aktif berolahraga memiliki rerata daya tahan kardiorespirasi
43,91 ml/kgbb/menit. Hasil uji independen sampel test menunjukan terdapat perbedaan yang
signifikan antara perokok aktif berolahraga dan bukan perokok aktif berolahraga dengan nilai
p=0,017 (p<0,05). Simpulan penelitian: 1) Daya tahan kardiorespirasi perokok aktif berolahraga
termasuk kategori sedang. 2) Daya tahan kardiorespirasi bukan perokok aktif berolahraga
termasuk kategori baik. 3) Terdapat perbedaan yang signifikan di mana daya tahan
kardiorespirasi bukan perokok aktif berolahraga lebih baik dibandingkan dengan perokok aktif
berolahraga. Saran dari peneliti yaitu mengatur pola hidup sehat, berhenti merokok, dan
berolahraga secara rutin dan teratur.
Kata Kunci: Daya tahan kardiorespirasi; perokok; olahraga

Abstract
The aim of the study is to know the cardiorespiratory endurance between active smoker and non active
smoker male actively exercising. The research method that be used is a descriptive quantitative with survey
method, test, and measuring. Total of the population are 107 students. Sampling technique by purposive
sampling technique, the result is 30 sample, than divided into 2 groups, they are active smokers who actively
exercise group (n=15) and non-active smokers who actively exercise group (n=15). The instrument that be
used are questionnaire and multistage fitness test (MFT). The data analysis using descriptive percentage and
independent sample test. The result shows that active smoker who actively exercise has cardiorespiratory
endurance in average 39,16 bb/minute. Then non-active smoker who actively exercise has cardiorespiratory
endurance in average 43,91 ml/kg/minute. The result of independent sample test contain of significant
differences between active smoker who actively exercise group and non-active smoker who actively exercise
with the grade p=0,017 (p<0,05). Research conclusions: 1) Cardiorespiratory endurance for active smoker
who actively exercise include as medium category. 2) Cardiorespiratory endurance for non-active smoker
who actively exercise include as good category. 3) There are significant differences that are cardiorespiratory
for non-active smokers male actively exercise is better than active smoker who actively exercise. Writer’s
recommendation to set a healthy life by stop smoking and do exercising regularly.
Keywords: Cardiorespiratory endurance, smoker, exercising

References

Abdul Halim. 2012. “Pengaruh Olahraga Terprogram terhadap Tekanan Darah Dan Daya Tahan Kardiorespirasi Pada Atlet Pelatda Sleman Cabang Tenis Lapangan”. MEDIKORA Vol. VIII, No 2 April 2012
Aji Kurniadi. 2010. “Survei Tingkat Daya Tahan Cardiovaskuler Bagi Perokok dan Bukan Perokok Serta Atlet dan Bukan Atlet Pada Mahasiswa IKOR FIK UNNES Angkatan 2009/2010”. Skripsi. Program Sarjana Universitas Negeri Semarang.
Amanda Besta Rizadi, dkk. ”Hubungan Perilaku Merokok dengan Ketahanan Kardiorespirasi (Ketahanan Jantung Paru) pada SMK N 1 Padang”. Jurnal Kesehatan Andalas. 2016:5(2),325-329.
Annisa Lutfia Oktarini. 2015. “Profil Kebugaran (VO2Maks) dan Kadar Kolesterol Darah pada Lansia Merokok dan Tidak Merokok (Studi Observasi yang dilakukan di Rw 06 Kelurahan Patemon Kec. Gunungpati KotaSemarang). Skrpsi. Program Sarjana Universitas Negeri Semarang.
Barnard, Christian. 2002. Kiat Jantung Sehat. Jakarta: Kaifa.
Chotimah Chusnul. 2015. “Pengaruh Konsumsi Rokok Terhadap Hasil VO2Max Pada Pemain Futsal Putra Hatrick Solo”. Naskah Publikasi, 1-5.
Dandie Bagus Windiar. “Kontribusi Konsumsi Rokok Aktif Terhadap Daya Tahan Aerobik (Studi Pada Mahasiswa Penkesrek Angkatan 2013)”. e-journal. 2014:2(2),215-224.
Dimas Sondang Irawan. 2009. “Pengaruh Kebiasaan Merokok Terhadap Daya Tahan Jantung Paru”. Skripsi. Program Sarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Hasna Lathiifa. 2009. “Gambaran Kebiasaan Berolahraga terhadap Daya Tahan Kardiorespirasi pada Siwa-siswi SMU Triguna Utama Kampung Utan Ciputat Banten Tahun 2009”. Skripsi. Universitas Islam Negeri Syariff Hidayatullah Jakarta.
Lismadiana. 2012. “Peranan Olahraga Terhadap Kapsitas Kardiorespirasi”. Artikel Penelitian, 1-20
Sri Haryono. 2014. Evaluasi Olahraga 1. Semarang: Unnes.
Sugeng D Triswanto. 2007. Stop Smoking. Yogyakarta: Progresif Books.
Suharsimi Arikunto. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Published
2019-11-30
How to Cite
Faza, A. B., Rahayu, S., & Setiowati, A. (2019). PERBANDINGAN ANTARA DAYA TAHAN KARDIORESPIRASI PEROKOK AKTIF BEROLAHRAGA DENGAN BUKAN PEROKOK AKTIF BEROLAHRAGA. Journal of Sport Science and Fitness, 5(2), 84-91. https://doi.org/10.15294/jssf.v5i2.40055
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 > >>