PERMAINAN TRADISIONAL KUNTULAN DI DESA KALIPANCUR KECAMATAN BLADO KABUPATEN BATANG JAWA TENGAH

  • Fela Sofiana Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
  • Said Junaidi Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Keywords: traditional game, kuntulan,

Abstract

Olahraga tradisional adalah olahraga yang berkembang dari permainan rakyat yang timbul pada tiap-tiap suku yang ada di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah permainan tradisional kuntulan, ciri-ciri permainan tradisional kuntulan, peran pemerintah dan masyarakat, faktor yang mempengaruhi surutnya, dan revitalisasi permainan tradisional kuntulan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini di Desa Kalipancur Kecamatan Blado Kabupaten Batang. Menggunakan metode  pengumpulan data meliputi observasi atau pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bersifat induktif.       Hasil penelitian menunjukkan permainan tradisional kuntulan tumbuh dan berkembang pada masa perang Diponegoro Tahun 1825-1830. Peran pemerintah dan masyarakat belum maksimal. Simpulan dari penelitian ini adalah  Permainan tradisional kuntulan adalah olahraga berkembang pada masa perang Pangeran Diponegoro pada tahun 1825-1830. Ciri khas permainan tradisional kuntulan adalah pada gerakanya. Peran pemerintah dan masyarakat belum maksimal. Faktor surutnya karena tergeser kebudayaan modern. Revitalisasi dapat dilakukan jika peran pemerintah dan masyarakat maksimal.

Traditional sports is the developing sports from traditional games that played by every ethnic in Indonesia. The objective of this study is to know the history of traditional game Kuntulan, the characteristics of traditional game kuntulan, the roles of governments and society, factors of influencing the decrease, and revitalization of traditional game kuntulan. The method of this study is qualitative descriptive method. The location of this research is in Kalipancur village Blado sub-district Batang region. The method of collecting data used observation, interview, and documentation. The data analysis of this study used inductive qualitative descriptive method. The result of this research showed traditional game kuntulan grew and developed in Diponegoro war age in year 1825-1830. The role of government and society has not shown the maximal results. Tradional game kuntulan is the developing sport in Diponegoro war age in year 1825-1830. The specific characteristic of kuntulan is the motion. The factor of influencing the decrease is because the traditional game has switched to the modern game.  Revitalization can be done if the government and society give the maximal roles.

References

Ajun Khamdani. 2010. Olahraga Tradisional Indonesia. Klaten : PT. Mancanan Jaya Cemerlang.

Bambang Laksono,dkk.2012. Kumpulan Permainan Rakyat Olahraga Tradisional. Jakarta: Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

Meleong, L.J. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Widiyanto. 2008.Transformasi Olahraga Tradisional Sebagai Upaya Memperkokoh Jati Diri Bangsa. Yogyakarta: FIK UNY

http://staff.uny.ac.id/system/files/penelitian/Widiyanto,%20M.Kes./OR%20tradisional%20karakter%20bangsa.pdf (accesed 09/01/14).

How to Cite
Sofiana, F., & Junaidi, S. (1). PERMAINAN TRADISIONAL KUNTULAN DI DESA KALIPANCUR KECAMATAN BLADO KABUPATEN BATANG JAWA TENGAH. Journal of Sport Science and Fitness, 4(1). https://doi.org/10.15294/jssf.v4i1.6266
Section
Articles