PENGELOLAAN LABORATORIUM BIOLOGI UNTUK MENUNJANG KINERJA PENGGUNA DAN PENGELOLA LABORATORIUM BIOLOGI SMA NEGERI 2 WONOGIRI

  • Aprilianingtyas Anggraeni Gedung D6 Lt.1, Kampus Sekaran, Gunungpati Semarang, 50229
  • Amin Retnoningsih Gedung D6 Lt.1, Kampus Sekaran, Gunungpati Semarang, 50229
  • Lina Herlina Gedung D6 Lt.1, Kampus Sekaran, Gunungpati Semarang, 50229
Keywords: Laboratory management, user performance, laboratory manager performance

Abstract

This research is an action research. The research objective is to improve the management biology laboratory to support user performance and laboratory manager. Research conducted at SMAN 2 Wonogiri Biology laboratory in the second semester of academic year 2011/2012. Laboratory was used for practical activities, but has not been fully utilized because optimal management has not done. Research activity consists of four phases: planning, action, observation and reflection. Indicator of success is the performance of the users and managers of minimal laboratory showed that both criteria are in the range 50-75%. Performance criteria for teachers to get very good but there are still aspects of performance that has not reached 100% performance in preparing the lab for students. Performance of students gained on average very good, but the performance in carrying out practical activities and communicate the results practice obtain results less than 75%. Laboratory manager performance is very good but there are still aspects of performance that has not reached 100% the administrative performance. Improved management of biological laboratories capable of supporting users and managing the performance of SMAN 2Wonogiri Biology laboratory.

 

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan atau action research. Tujuan penelitian adalah untuk memperbaiki pengelolaan laboratorium Biologi guna menunjang kinerja pengguna dan pengelola laboratorium. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Biologi SMA Negeri 2 Wonogiri pada semester genap tahun ajaran 2011/2012. Laboratorium sudah digunakan untuk kegiatan praktikum,tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal karena belum dilakukan pengelolaan yang optimal.Kegiatan penelitian terdiri atas empat tahap yaitu tahap perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Indikator keberhasilan adalah kinerja pengguna dan pengelola laboratorium minimal menunjukkan kriteria baik yaitu berada pada rentang 50-75%. Kinerja guru memperoleh kriteria sangat baik tetapi masih terdapat aspek kinerja yang belum mencapai 100% yaitu kinerja dalam menyiapkan praktikum untuk siswa. Kinerja siswa memperoleh rata-rata sangat baik, tetapi kinerja dalam melaksanakan kegiatan praktikum dan mengkomunikasikan hasil praktikum memperoleh hasil kurang dari 75%. Kinerja pengelola laboratorium sudah sangat baik tetapi masih terdapat aspek kinerja yang belum mencapai 100% yaitu kinerja administratif. Perbaikan pengelolaan laboratorium biologi mampu menunjang kinerja pengguna dan pengelola laboratorium BiologiSMA Negeri 2 Wonogiri.

Author Biographies

Aprilianingtyas Anggraeni, Gedung D6 Lt.1, Kampus Sekaran, Gunungpati Semarang, 50229
Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang Indonesia
Amin Retnoningsih, Gedung D6 Lt.1, Kampus Sekaran, Gunungpati Semarang, 50229

Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang Indonesia

Lina Herlina, Gedung D6 Lt.1, Kampus Sekaran, Gunungpati Semarang, 50229
Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang Indonesia

References

Ango ML. 2002. Mastery of Science ProcessSkills and Their Effective Use in theTeaching of Science: An Educology of Science Education in the Nigerian Context. International Journal of Educology 16 (1) :11-30.

Aritonang KT. 2005. Kompensasi Kerja, Disiplin Kerja Guru dan Kinerja Guru SMP Kristen BPK PENABUR Jakarta. Jurnal Pendidikan 4 (4):1-16.

Gaspar D. 2009. Keefektifan Pengelolaan Laboratorium IPA SMA/MTs di Kabipaten Nagekeo, Propinsi Nusa Tenggara Timur (Tesis). Yogyakarta : Universitas Yogyakarta.

Hofstein A&R M Naaman. 2003. The laboratory in science education: the state of the art. Journal in Chemistry Education Research and Practice8 (2):105-107.

Kertiasa N. 2006. Laboratorium Sekolah dan Pengelolaannya. Bandung: Pudak Scientifik.

Noor M. 2008. Analisis tentang Profesionalisme dan Kinerja Guru (Studi di SMP Negeri Kota Metro Lampung). Jurnal Aplikasi Managemen 6 (2):201-216.

[Permendiknas] Peraturan Menteri Pendidikan Nasional. 2007. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Standar Sarana Dan Prasarana Untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTS), dan Sekolah Menengah Atas/MadrasahAliyah (SMA/MA). Jakarta : Menteri Pendidikan Nasional.

_____________. 2008. Peraturan Mendiknas RI, Nomor 26, Tahun 2008, tentang Standar Tenaga Laboratorium Sekolah/Madrasah. Jakarta : Menteri Pendidikan Nasional.

Saputra L. 2012. Kinerja Teknisi Laboratorium di SMK Negeri Kelompok Teknologi dan Rekayasa se-Kabupaten Sleman (Skripsi). Yogyakarta:.

Subali B. 2009. Pengembangan Tes Pengukur Keterampilan Proses Sains Pola Divergen Mata Pelajaran Biologi SMA. Hasil penelitian dipresentasikan pada Prosiding Seminar Nasional Biologi, Lingkungan dan Pembelajarannya. Jurdik Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Yogyakarta, 4 Juli 2009

Sumintono B, MA Ibrahim & FA Phang. 2010. Pengajaran Sains dengan Praktikum Laboratorium: Perspektif dari Guru-guru Sains SMP Negeri di Kota Cimahi. Jurnal Pengajaran. 15 (2):120-127.

Supriatna M. 2008. Studi Penelusuran Pengelolaan Laboratorium Sains SMA sebagai Analisis Kebutuhan untuk Program Diklat Pengelola Laboratorium.Bandung. Jurnal Pendidikan. IV(6):47-53.

Tawani. 2008. Manajemen Laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam di Sekolah Berstandar Nasional (Tesis). Bengkulu : Universitas Bengkulu.

Wasilah EB. 2012. Peningkatan Kemampuan Menyimpulkan Hasil Praktikum IPA Melalui Penggunaan Media Kartu. Jurnal Pendidikan IPA. I (1):82-90.

Published
2013-12-20
Section
Articles