“Sanggupkah Kita Bertahan?â€: Studi Fenomenologi Penyesuaian Diri pada Dewasa Muda yang Berpacaran Beda Agama

Sotya Paramarta Kerta Yasa(1), Pradipta Christy Pratiwi(2),


(1) Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang, Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Indonesia
(2) Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang, Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Indonesia

Abstract

Relasi beda agama merupakan tema yang mudah mendapat sorotan dan pro kontra. Relasi cinta beda agama kerap kali terjadi di tahap pranikah. Keanekaragaman agama, latar belakang, dan budaya di Indonesia, membuat peluang besar terciptanya relasi cinta beda agama. Seperti pasangan pada umumnya, relasi pacaran beda agama juga rentan akan mengalami konflik. Situasi konflik dipicu adanya perbedaan prinsip hidup yang mendasar pada individu berupa perbedaan agama. Dengan demikian, penting bagi pasangan dalam relasi cinta beda agama untuk mampu penyesuaian diri agar dapat mempertahankan hubungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyesuaian diri yang dimiliki oleh individu dalam relasi pacaran beda agama. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pendekatan penelitian fenomenologi. Pada penelitian ini terdapat dua narasumber primer dan empat narasumber sekunder. Hasil penelitian ini yaitu pada narasumber primer pertama, keyakinan diri menjadi faktor penting agar dapat menyesuaikan diri sehingga mampu mempertahankan relasi cinta beda agamanya saat ini. Pada narasumber kedua, faktor adanya penerimaan diri membantunya untuk dapat menyesuaikan diri sehingga bertahan dalam relasi pacaran beda agama. Oleh karena itu, kedua narasumber primer dalam penelitian ini mampu mempertahankan hubungannya dengan cara memiliki keyakinan diri dan penerimaan diri agar dapat menyesuaikan diri terhadap pasangannya.

Interfaith relations are a theme that easily gets the spotlight and the pros and cons. Love relations between religions often occur at the pre-marriage stage. The diversity of religions, backgrounds and cultures in Indonesia creates great opportunities for the interfaith love relationships. Like couples in general, dating relationships of different religions are also prone to conflict. Conflict situations are triggered by differences in basic life principles for individuals in the form of religious differences. Thus, it is important for couples in interfaith love relationships to be able to adjust in order to maintain their relationship. This study aims to determine the description of self-adjustment possessed by individuals in dating relationships of different religions. The research method used is qualitative, with a phenomenological research approach. In this study, there were two primary sources and four secondary sources. The results of this study are that for the first primary resource person, self-confidence is an important factor in order to adapt so that they are able to maintain current interfaith love relationships. In the second resource person, the factor of self-acceptance helped her to be able to adjust so that she survived in a relationship between different religions. Therefore, the two primary sources in this study were able to maintain their relationship by having self-confidence and self-acceptance in order to adapt to their partners.

Keywords

Self Adjustment, Young Adults, Dating Relationship, Interfaith Relation

Full Text:

PDF

References

Buchori, A. (2002). Manajemen dan Motivasi Edisi Revisi. Jakarta: Balai Aksara.

Detikcom, A. A. (2020, Februari 14). detiknews. Retrieved Februari 28, 2020, from detikcom: https://news.detik.com/abc-australia/d-4899418/dari-beda-agama-sampai-kawin-lari-mengikat-cinta-di-depan-penghulu-australia

Dewi, E. M. (2008). Konflik Perkawinan dan Model Penyelesaian Konflik. Jurnal Psikologi, 2(1), 42-51.

Franciska, H. A. (2015, Juli 1). BBC Indonesia. Retrieved Februari 28, 2020, from BBCNews: https://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/06/150629_bincang_juni2015_nurcholish

Handono, O. T. (2013). Hubungan Antara Penyesuaian Diri dan Dukungan Sosial. Jurnal Empati, 1(2), 82-89.

Herdiansyah, H. (2015). Metodologi Penelitian Kualitatif Untuk Ilmu Psikologi. Jakarta: Salemba Humanika.

Hurlock, E. (2012). Psikologi Perkembangan, Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (Terjemahan). Jakarta: Erlangga.

Indrawati, E. S. (2012). Attachment dan Penyesuaian Diri Dalam Perkawinan. Jurnal Psikologi Undip, 11(1), 40-49.

Kartono, K. (2008). Psikologi Keluarga. Bandung: Mandar Maju.

Kumalasari, F. e. (2012). Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Penyesuaian Diri Remaja di Panti Asuhan. Jurnal Psikologi Pitutur, 1(1), 21-31.

Lambert, N. &. (2006). How Religiosity Helps Couples Prevent, Resolve, and Overcome Marital Conflict. Family Relations, 55(4), 439-449.

Larasati, S. E. (2016). Pengalaman Menikah Beda Agama (Sebuah Interpretative Phenomenological Analysis). Jurnal Empati, 5(3), 583-588.

Martin, J. &. (2009). Interpersonal Relationships, Motivation, Engagement, and Achievement: Yields for Theory, Current Issues, and Educational Practise. Educational ResearchSpring, 79(1), 327-365.

Rozak, A., & Ubaedillah, A. (2011). Pendidikan Kewarganegaraan (Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Masyarakat adani, Edisi Ketiga). Jakarta: Prenada Media Group.

Santrock, J. (2002). Life-Span Development Perkembangan Masa Hidup (Edisi Kelima). Jakarta: Erlangga.

Selarani, K. (2018). Fenomena Pacaran Berbeda Agama di Kalangan Pemuda-Pemudi di Kota Denpasar. Denpasar: Universitas Udayana.

Taylor, S. E. (2009). Psikologi Sosial Edisi Kedua Belas. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Tuapittinaya, Y. I. (2014). Pengambilan Keputusan Untuk Menikah Beda Etnis: Studi Fenomenologi Pada Perempuan Jawa. Jurnal Psikologi Undip, 13(1): 34-41.

Wahyuningsih, H. (2002). Perkawinan: Arti Penting, Pola dan Tipe Penyesuaian Antar Pasangan. Jurnal Psikologika, 7(14), 14-21.

Wardhana, A. Y. (2017). Penyesuaian Pernikahan dan Orientasi Masa Depan Hubungan Romantis Pada Pasangan Menikah Beda Agama. Jurnal Penelitian Psikologi 1(1), 1-12.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a  Creative Commons Attribution 4.0 International License.