Keefektivan Team Accelerated Instruction Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah dan Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas VIII

Sri Adi Widodo

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keefektivan pembelajaran Team Accelerated Instruction terhadap kemampuan pemecahan dan prestasi belajar matematika siswa. Jenis Penelitian ini adalah eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP kelas VIII se-kota Jogjakarta dengan ukuran sampel 369 siswa yang diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Variabel penelitian adalah kemampuan memecahkan masalah, prestasi belajar matematika dan model pembelajaran. Data diperoleh dengan tes untuk menentukan kemampuan awal siswa, kemampuan memecahkan masalah dan prestasi belajar yang kemudian diuji dengan analisis variansi multivariat (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Team Accelerated Instruction lebih efektif digunakan jika dibandingkan dengan model pembelajaran langsung.

The purpose of this research was to determine the effectiveness of teams Accelerated Instruction to the problem solving and mathematics achievement. This research kind was the quasi experiment. The population in this research was all the VIII class student of more than Jogjakarta with the sample totally 369 students was taken with cluster random sampling. Variably the research was the problem solving, mathematics achievement and learning models. Data obtained by test methods for the stage of student, problem solving, and achievement are then analyzed to the multivariate analisis of variance (MANOVA). The results of this research are team accelerated instruction more effectiveness with direct instruction

Keywords

problem solving; mathematics achievement; TAI

Full Text:

PDF

References

Badan Standar Nasional Pendidikan. (2006). Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 22 Tahun 2006. Jakarta: Depdiknas.

Budiyono. (2003). Metodologi Penelitian Pendidikan. Solo: UNS Press.

Budiyono. (2004). Statistika Untuk Penelitian. Solo: UNS Press

Djuwairiyah, S. (2007). Penerapan Metode Belajar Aktif Sebagai Upaya Membantu Meningkatkan Prestasi Belajar Pada Siswa Kelas 6. Makalah tidak diterbitkan. Diunduh pada tanggal 30 Maret 2009 dari http: //diknas.go.id/media/document/ 5302.

Frankel dan Wallen. (1993). How To Design And Evaluate Research In Education. New York: McGraw-Hill Inc.

Heden, T. (2003). The Reverse Jigsaw: A proses Of Cooperative Learning And Discussion. Journal Teaching Sociology, 31(3), 325-332.

Henjes, E. (1999). The Effect Of Cooperative Learning On The Spelling Achievement Of Fourth Grade Students. Thesis. New Jersey, USA: Rowan University.

Jianhua, Z. H. A. O. (2009). Group Learning Modeling for Blended e-Learning: the Role of its Influencing Factors. In Workshop Organizers (p. 152).

Kurniawan, H. (2012). Upaya Peningkatan Efektivitas Pembelajaran Matematika Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) Pada Siswa Kelas v SD Negeri Sidomulyo Tahun Pelajaran 2011/2012. Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika halaman MP-370 MP-376. Universitas Negeri Yogyakarta.

Polya, G. (1973). How To Solve it: A New Aspect of Mathematical Method. New Jersey, USA: Pricenton University Press.

Robinson, A. (1991). Cooperative Learning and the Academically Talented Student. The University of Connecticut: The National Research Center On The Gifted And Talented. Diakses tanggal 29 September 2015 pada http://files.eric.ed.gov.

Sanjaya, W. (2008). Strategi Pembelajaran. Jakarta: Kencana.

Slavin, R.E. (1995). Cooperativ Learning: Theory, Research and Practice. New Jersey: Prentice Hall.

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suherman, E. (2008). Model Belajar dan Pembelajaran Berorientasi Kompetensi Siswa. Jurnal Pendidikan dan Budaya, 5(2).

Suwiyadi. (2007). Penggunaan Metode VCT Dengan Kartu Keyakinan (Evidence Card) Terhadap Prestasi Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Inovatif, 1(2), 14-17.

Tambunan, S.M. (2006). Hubungan Antara Kemampuan Spasial Dengan Prestasi Belajar Matematika. Jurnal Makara Sosial Humaniora, 10(1), 27-32.

Tjalla, A. (2010). Potret mutu pendidikan indonesia ditinjau dari hasil-hasil studi internasional. Makalah diunduh pada tanggal 12 September 2015 dari http://pustaka.ut.ac.id/pdfartikel/TIG601.pdf

Triyanto. (2009). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif dan Progresif. Jakarta: kencana.

Wahyu RN, T., Astuti, I., & Saptono, D. (2007).. Studi Perbandingan Antara Teori Konstruktivisme dan konsep E-Learning Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia. Proceeding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitek & Sipil) vol. 2, hal D53 D57. Universitas Gunadarma.

Refbacks