Identifikasi Tahap Berpikir Kritis Siswa Menggunakan PBL dalam Tugas Pengajuan Masalah Matematika

T.D. Setyaningsih, Arief Agoestanto

Abstract

Penelitian bertujuan mendeskripsikan tahap berpikir kritis siswa yang dikenai pembelajaran PBL dalam tugas pengajuan masalah. Prosedur pengumpulan datanya yaitu (1) validasi, (2) pembelajaran PBL, (3) tes TPM, (4) analisis tes TPM, (5) wawancara berbasis tugas, dan (6) catatan lapangan. Penelitian ini akhirnya menghasilkan identifikasi tahap berpikir kritis sebagai berikut. Pada tahap klarifikasi, untuk kelompok kritis, cukup kritis, dan kurang kritis, siswa mampu mengidentifikasi masalah secara utuh dan menggunakan pengetahuan yang dimiliki untuk menambahkan informasi. Pada tahap asesmen, untuk kelompok kritis mampu memunculkan pertanyaan dan ide penyelesaian yang berasal dari diri sendiri. Pada tahap penyimpulan, pada kelompok tidak kritis, siswa belum mampu bernalar untuk penambahan informasi yang relevan. Pada tahap strate-gi/taktik, untuk kelompok tidak kritis, siswa belum dapat memunculkan strategi, sedangkan pada kelompok yang lain, siswa menjadikan pertanyaan awal sebagai acuan untuk mengga-li pertanyaan selanjutnya. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai pedoman guru dalam mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan siswa dalam berpikir kritis.

The purpose of this research is description of students critical thinking stage whith PBL in problem posing activities. The procedure of data collection are (1) validation, (2) PBL learning, (3) TPM test, (4) analysis of TPM test, (5) interview based on the test, and (6) field notes. This research finally leads to the identification of critical thinking stage as follows. In clarification stage, for the critical group, critical enough, and less critical, students were able to identify the problem as a whole and use their knowledge to add information. In assessment stage, for the critical group, student were able to make questions and solution ideas by theirself. In the inference stage, the not critical group, student have not be able to make a reasoning for the the addition of relevant information. In the strategies stage, for the not critical group, student have not be able to make a strategy that can be used. While in the other group, the students create the initial inquiries as a reference to find and explore the question further. The results of the research can be used by teachers as a guide in identifying weaknesses and strengths in students critical thinking.

Keywords

Identification; Critical Thinking; Problem Posing; PBL

Full Text:

PDF

References

Arikunto, S. 2005. Prosedur Penelitian (Edisi Revisi VI). Jakarta: Rineka Cipta.

Creswell, J.W. 2008. Educational Research. New Jersey: Pearson Education, Inc.

Dhoruri, A. 2010. Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMP melalui Pembelajaran dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (PMR). Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY.

OECD. 2010. Mathematics Framework: Draft Subject to Possible revision after the Field Trial. Diakses dari www.oecd.org

Sembiring, R.K. 2010. Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI): Perkembangan dan Tantangannya. IndoMS Journal of Mathematics Education, Vol. 1(1), pp. 11-16.

Siswono, T.Y.E. 2004. Identifikasi Proses Berpikir Kreatif Siswa dalam Pengajuan Masalah (Problem Posing) Matematika Berpandu dengan Model Wallas dan Creative Problem Sol-ving (CPS). Buletin Pendidikan Matematika, Vol 6, pp. 10-12, Edisi Oktober. ISSN: 1412-2278. Ambon: UNPATTI.

Sudjana. 2005. Metode Statistika. Bandung: Tarsito.

Suryanto, dkk. 2010. Sejarah pendidikan matematika realistik indonesia (PMRI). Yogyakarta: FMIPA UNY.

Uno, H.B. 2011. Model Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Wijaya, A. 2012. Pendidikan Matematika Realistik: Suatu Alternatif Pendekatan Pembelajaran Matematika. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.