Representasi Matematis Siswa SMA dalam Memecahkan Masalah Persamaan Kuadrat Ditinjau dari Perbedaan Gender

Moh. Nasrul Fuad

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara lengkap representasi matematis siswa SMA dalam memecahkan masalah persamaan kuadrat ditinjau dari perbedaan gender. Subjek penelitian terdiri dari dua siswa SMA Negeri 3 Kediri kelas 10 pada tahun pelajaran 2015/2016, yaitu satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan. Tahap penelitian dimulai dengan pemilihan subjek penelitian yang ditentukan berdasarkan gender dan hasil tes kemampuan matematika yang setara. Setelah terpilih subjek kemudian dilanjutkan dengan pemberian tugas pemecahan masalah persamaan kuadrat dan wawancara. Keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi waktu yaitu pemberian tugas pemecahan masalah persamaan kuadrat yang setara pada waktu yang berbeda. Hasil penelitian ini berupa deskripsi matematis dari siswa SMA laki-laki dan perempuan dalam memecahkan masalah persamaan kuadrat untuk setiap tahap pemecahan masalah menurut tahapan Polya. Representasi matematis dari siswa SMA laki-laki yaitu : Pada tahap memahami masalah, dari apa yang diketahui representasi matematis yang dihasilkan siswa berupa kombinasi antara teks tertulis dan simbol. Sedangkan dari apa yang ditanyakan, representasi matematis yang dihasilkan siswa yaitu berupa simbol dan juga teks tertulis. Pada tahap menyusun rencana pemecahan masalah, representasi matematis yang dihasilkan siswa berupa persamaan matematik dan juga kata-kata secara lisan. Pada tahap melaksanakan rencana pemecahan masalah, langkah langkah pemecahan masalah direpresentasikan oleh siswa kedalam bentuk persamaan matematik dan simbol aljabar. Siswa menginterpretasi hasil penyelesaian masalah dengan menggunakan representasi berupa teks tertulis. Pada tahap memeriksa kembali penyelesaian masalah siswa tidak memiliki representasi. Sedangkan representasi matematis dari siswa SMA perempuan yaitu : Pada tahap memahami masalah dari apa yang diketahui representasi matematis yang dihasilkan siswa berupa kombinasi antara teks tertulis dan simbol. Sedangkan dari apa yang ditanyakan, representasi matematis yang dihasilkan siswa berupa teks tertulis. Pada tahap menyusun rencana pemecahan masalah representasi matematis yang dihasilkan siswa berupa persamaan matematik dan kata-kata lisan. Pada tahap melaksanakan rencana pemecahan masalah, langkah langkah pemecahan masalah direpresentasikan oleh siswa kedalam bentuk persamaan matematik dan simbol simbol aljabar. Siswa menginterpretasi hasil penyelesaian masalah berupa teks tertulis. Pada tahap memeriksa kembali representasi matematis siswa berupa kata-kata lisan.

This research is descriptive with qualitative approach that aimed to describe the complete mathematical representation of high school students in solving a quadratic equation in terms of gender differences. Subject of the study consisted of two students SMA Negeri 3 Kediri 10 classes in the school year 2015/2016, ie the male students and one female student. The research phase begins with the selection of research subjects were determined by gender and math skills test results were similar. Having chosen the subject and the continuation of the problem solving quadratic equations and interviews. The validity of the data using a triangulation that is giving the task of solving a quadratic equation are equal at different times. The results of this study show high school students the mathematical representation of men and women in problem solving quadratic equations for each stage by stage Polya problem solving. Mathematical representations of male high school students, namely: At this stage of understanding the issue of what is known mathematically generated representation of students is a combination of written text and symbols. While the questions asked, the resulting mathematical representation of students in the form of symbols and written text. At this stage of problem-solving plan, the resulting mathematical representation of students in the form of mathematical equations and words orally. At the stage of implementing a plan troubleshooting, step - step troubleshooting represented by students in the form of mathematical equations and algebraic symbols. Students interpret the results of the settlement of the problem by using a representation in the form of a written text. At the stage of checking back in solving students do not have representation. While the mathematical representation of female high school students, namely: At this stage of understanding the problem of what is known mathematically generated representation of students is a combination of written text and symbols. While the questions asked, the resulting mathematical representation of students in the form of a written text. At this stage of problem-solving plan resulting mathematical representation of students in the form of mathematical equations and words spoken. At the stage of implementing a plan troubleshooting, step - step troubleshooting represented by students in the form of mathematical equations and symbols - symbols of algebra. Students interpret the results of the settlement of problems in the form of a written text. At this stage re-examine the mathematical representation of students in the form of spoken words.

Keywords

Mathematical Representation; Quadratic Equations Problem Solving; Gender

References

Hudojo, H. (2002). Representasi Belajar Berbasis Masalah. Jurnal Matematika dan Pembelajarannya, 7(edisi khusus).

Hwang, W. Y., Chen, N. S., Dung, J. J., & Yang, Y. L. (2007). Multiple representation skills and creativity effects on mathematical problem solving using a multimedia whiteboard system. Educational Technology & Society,10(2), 191-212.

Kartini. (2009). Peranan Representasi dalam Pembelajaran Matematika. Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY, 5 Desember 2009, 361-372.

Miles dan Huberman. (1992). Analisis data Kualitatif. Jakarta: UI press

Mustangin. (2015). Representasi Konsep dan Peranannya dalam Pembelajaran Matematika di Sekolah. Jurnal Pendidikan Matematika, 1(1), 1521.

NCTM. (2000). Principles and Standards for School Mathematics. Reston, VA: National Council of Teachers of Mathematics.

Neria, D. & Amit, M. (2004). Students Preference of Non-Algebraic Representations in Mathematical Communication. Proceedings of the 28th Conference of the International Group for the Psychology of Mathematical Education, 3, 409 416.

OECD. (2013). PISA 2012 Results in Focus What 15-year-olds know and what they can do with what they know. [online]. Dalam http://www.oecd.org/pisa/ keyfindings/pisa2012results-overview.pdf. Diakses pada 27 Januari 2014.

Pape, S. J., & Tchoshanov, M. A. (2001). The role of representation (s) in developing mathematical understanding. Theory into practice, 40(2), 118-127.

Salkind, G.M. (2007). Mathematical Representations. [online]. Dalam http://mason.gmu.edu/~gsalkind /portfolio/products/857LitReview.pdf. Di akses tanggal 15 februari 2015.

Shadiq, F. (2004). Pemecahan masalah, Penalaran, dan Komunikasi. Yogyakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Wiryanto. (2015). Abstraksi Siswa Sekolah Dasar dalam Representasi Konsep Pecahan Melalui Tahap Perkembangan Kognitif Bruner Berdasarkan Perbedaan Gender. Disertasi. Universitas Negeri Surabaya.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.