Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran bentuk perilaku seksual remaja dan faktor-faktor determinan yang berpengaruh terhadap perilaku seksual remaja.. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif survey. Populasinya seluruh siswa di SMA se-Kota Semarang.  Teknik sampling yang digunakan cluster proportionate random sampling, dengan sampel 344 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan angket berupa angket perilaku seksual dan skala faktor determinan perilaku seksual.. Analisis datanya  menggunakan deskriptif persentase dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bentuk perilaku seksual yang paling sering dilakukan oleh siswa SMA Negeri maupun Swasta di Kota Semarang adalah berpelukan; antara rata-rata perilaku seksual yang dilakukan siswa SMA Negeri maupun Swasta tidak berbeda secara signifikan; serta faktor determinan yang mendorong siswa melakukan perilaku seksual antara lain: motivasi, media dan televisi, serta berkembangnya organ seksual. Faktor yang paling berpengaruh terhadap perilaku seksual adalah faktor media dan televisi sebesar 14,5% sedangkan faktor yang kurang berpengaruh adalah faktor tingkat religiuitas sebesar 8,9%. Simpulan dari penelitian ini adalah faktor Media dan televisi lebih berpengaruh terhadap perilaku seksual siswa. Upaya dalam membantu siswa adalah dengan memberikan treatment yang tepat pada siswa yang memiliki permasalahan dengan perilaku seksual.


The purpose of this study to explain about sexual behavior ad detreminant factor of teen’s sexual behavior. This research was survey description. The populations were all student at SMA all over Semarang. The sampling technique which used cluster proportionate random sampling, with sample 344 students. A data collection method was used inventory that were sexual behavior inventory and determinant factor of sexual behavior inventory. Technique data analysis was used descriptive percentagee and multiple regression analysis. The results indicated that a form of sexual behavior is most often done by the state and private high school students in the city of Semarang is embraced; between the average sexual behavior state and private high school students did not differ significantly. As well as the determinant factors that encourage students conducting behavior sexual include: motivation, media and television, as well as the development of sexual organs. The factors that most influence the sexual behavior are media and television factor of 14,5%, while the less influential factor is being the religiusitas factor rate of 8,9%. The conclusions of this study and the the television media more influential on students sexual behavior. Efforts in helping students is by providing proper tretment to students who have problems with sexual behavior.