SIKAP POLITIK SOEKARNO TERHADAP PARTAI MASYUMI 1957-1960

  • zaini muslim ahmad Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Keywords: Political attitudes Soekarno, Party Masjumi

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Mengetahui sikap politik Soekarno dalam mengatasi kemacetan politik , (2) Mengetahui sikap Soekarno terhadap Partai Masyumi pada masa Demokrasi Terpimpin , (3) Mengetahui reaksi Partai Masyumi terhadap perubahan sikap politik Soekarno .Metode penelitian yang dipakai adalah metode sejarah yaitu dengan melalui langkah-langkah heuristik, kritik sumber, interpretasi dan penulisan sejarah atau historiografi.Hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut : (1) Sikap Soekarno dalam mengatasi kemacetan politik adalah dengan mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang menyatakan kembali ke UUD 1945, dekrit ini juga menjadi titik awal bergulirnya Demokrasi Terpimpin yang menampilkan Soekarno sebagai pemimpin yang otoriter. (2) Partai Masyumi yang dianggap oleh Soekarno sebagai golongan kontra revolusi kerap mendapatkan pengkebirian politik dan sampai akhirnya dibubarkan melalui Penpres No. 7/1959 dan Keppres No.200/1960. (3) Partai Masyumi merespon perubahan sikap politik Soekarno dengan selalu menunjukkan sikap oposisi pada langkah, kebijakan dan kepemimpinan Soekarno.

The purpose of this study was : ( 1 ) Knowing the political attitudes of Sukarno in overcoming political gridlock , ( 2 ) Know the Party's attitude towards Soekarno Masjumi during Guided Democracy , ( 3 ) Knowing Masyumi reaction to changes in political attitudes Sukarno . Research method used is historical method is to go through the steps heuristic , source criticism , interpretation and writing of history or historiografi.Hasil study concluded the following : ( 1 ) Soekarno attitude in overcoming political gridlock is by issuing a Presidential Decree that declared July 5, 1959 back to 1945 , decree is also the starting point is to show the passing of Sukarno 's Guided Democracy as an authoritarian leader . ( 2 ) Party Masjumi considered by Soekarno as counterrevolutionary groups often get ' pengkebirian politics " and to finally dissolved by Presidential Decree No. . 7/1959 and Presidential Decree No.200/1960 . ( 3 ) Party Masjumi respond to the changing political attitudes Soekarno to always show opposition to measures , policies and leadership of Sukarno .

How to Cite
ahmad, zaini. (1). SIKAP POLITIK SOEKARNO TERHADAP PARTAI MASYUMI 1957-1960. Indonesian Journal of History Education, 2(2). Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijhe/article/view/2192
Section
Articles