Peningkatan Regulasi Emosi Siswa Melalui Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Sosiodrama

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Indah Hidayati
Mulawarman Mulawarman
Awalya Awalya

Abstract

 


Pada masa remaja identik dengan masalah dalam meregulasi emosinya sehingga banyak terjadi kegelisahan dalam hidupnya. Untuk meningkatkan regulasi emosi pada siswa menggunakan teknik sosiodrama melalui bimbingan kelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji keefektifan layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama untuk meningkatkan regulasi emosi siswa. Metode yang digunakan adalah pre-experimental design, dengan menggunakan One group pretest-posttest design. Penelitian ini menggunakan purposive sampling, dengan subyek penelitian sebanyak 8 siswa SMK Negeri 1 Semarang, untuk perlakuan dilakukan sebanyak 8 kali dan tiap pertemuan selama 45 menit dengan 6 tema yang berbeda antara lain gigih dan berusaha, nilai dalam berteman, mengembangkan hobi, toleransi, harapan, dan tepat waktu. Alat pengumpul data menggunakan skala regulasi emosi dengan koefisien reliabilitas 0,90. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan regulasi emosi siswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan secara signifikan (Z= -2,524, P< 0,05). Dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama dapat meningkatkan regulasi emosi siswa.


 


In adolescence it is identical to the problem of regulating emotions so much anxiety in this life. To improve emotional regulation on students using sociodrama technique through group guidance. The purpose of this study was to test the effectiveness of group counseling services with sociodrama techniques to improve students' emotional regulation. The method used is pre-experimental design, using One group pretest-posttest design. This study uses purposive sampling, with the subject of research as many as 8 students of SMK Negeri 1 Semarang, for treatment done as much us 8 times and each meeting for 45 minutes with 6 different themes among others perseverance and striving, value in bein friens, developing hobbies, tolerance, hope, and timely. The data collection tool uses the scale of emotional regulation with a coefficient of reliability of 0.90. This study showed an increase in emotional regulation of students before and after treatment was given significantly (Z = -2.524, P <0.05). It can be concluded that group counseling service with sociodrama technique can improve student's emotional regulation.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Hidayati, I., Mulawarman, M., & Awalya, A. (2017). Peningkatan Regulasi Emosi Siswa Melalui Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Sosiodrama. Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application, 6(4). https://doi.org/10.15294/ijgc.v6i4.18966

References

Ahyani, L.N, & Dhini, R.D. (2011). Metode Sosiodrama dalam Meningkatkan Kecerdasan Moral Anak. Fakultas Psikologi UMK. Jurnal Sosial dan Budaya, 4(2), 143-149.
Ali, M. & M. Asrori. (2005). Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Aini, N., D.Y.P. Sugiharto, & A. Sutoyo. (2014). Pengembangan Model Bimbingan Kelompok dengan Teknik Sosiodrama Untuk Meningkatkan Penyesuaian Diri Siswa. Unniversitas Negeri Semarang. Jurnal Bimbingan Konseling, 3(2), 105-110.
Businaro, N, F. Pons, & Ottavia Albanese. 2015. Do Intelligence, Intensity Of Felt Emotions and Emotional Regulation Have an Impact on Life Satisfaction? A Quali-Quantitative Study on Subjective Wellbeing With Italian Children Aged 8-11. Springer. 3(10), 439-458.
Denollete, J. Et al. 2008. Emotional Regulation Conseptual and Clinical Issues. Springer: 3-10
Elqurahma, D.S & C. Pamudya. 2015. Sosiodrama untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosi Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 1 Kebakkramat. Universitas Sebelas Maret. Jurnal Bimbingan Konseling, 1(1) 1-10.
Fitriani, Y & A. Alsa. 2015. Relaksasi Autogenik Untuk Meningkatkan Regulasi Emosi Pada Siswa SMP. Gajah Mada Jurnal Of Profesional Psychology. 1(3), 149-162.
Gross, J.J. 2007. Handbook Of Emotional Regulation. New York: The Guillford Press.
Goleman, Daniel. 1999. Emotional Intelligence Kecerdasan Emosional Mengapa EQ Lebih Penting dari IQ. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Hurlock, Elizabeth, B. 1978. Perkembangan Anak Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Mawardah, M & M.G. Adiyanti. 2014. Regulasi Emosi dan Kelompok Teman Sebaya Pelaku (Cyberbullying). Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada. Jurnal psikologi. 41(1), 60-73.
McLennan, P. M. P. 2008. The Benefit of Using Sociodrama in the Elementary Classroom: Promoting Caring Relationships Among Educators and Students. Springer. 2 (10): 451-456.
Nisfiannoor, M & Y. Kartika. 2004. Hubungan Antara Regulasi Emosi dan Penerimaan Kelompok Teman Sebaya Pada Remaja. Universitas Tarumanegara. Jurnal Psikologi. 2(2), 160-178.
Pramudya, D.S. 2015. Sosiodrama Untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosi Peserta Didik Kelas VII SMP Negeri Kebakkramat. Unniversitas Sebelas Maret. Jurnal Psikologi. 1(1), 1-10.
Prayitno. 1995. Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok (Dasar dan Profil). Jakarta: Ghalia Indonesia.
Silaen, C. A & Kartika S.D. 2015. Hubungan Antara Regulasi Emosi dengan Asertivitas (Studi Korelasi pada Siswa di SMA Negeri 9 Semarang). Universitas Diponegoro. Jurnal Empati. 4(2), 175-181.
Vourela, M & Lauri, N. 2004. Exsperienced Emotions, Emotion Regulation and Student Activity in a web- Based earning. University of Turku Finland. European Journal of Psychology of Education. 4. (19): 423-436.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>