UPACARA PERKAWINAN “NGERJE”: KAJIAN ESTETIKA TRADISIONAL SUKU GAYO DI KABUPATEN ACEH TENGAH

Rida Safuan Selian

Abstract


Upacara perkawinan ngerje masyarakat Gayo di kabupaten Aceh Tengah merupakan salah satu upacara tradisional yang berkaitan dengan daur hidup dalam kehidupan masyarakat Gayo. Aturan-aturan adat dan tata cara pelaksanaan upacara perkawinan ngerje tersebut telah lama ada dan dilaksanakan sampai sekarang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan (1) perwujudan upacara perkawinan ngerje masyarakat  Gayo, (2) faktor estetis dan ekstraestetis yang terdapat dalam upacara perkawinan ngerje melalui simbol-simbol yang digunakan dalam upacara perkawinan, dan (3) proses sosialisasi nilai-nilai yang terdapat dalam upacara perkawinan ngerje suku Gayo. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif yang holistik untuk mengungkapkan perwujudan fisik upacara perkawinan ngerje suku Gayo. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumenter. Analisis simbol-simbol dalam upacara perkawinan ngerje dilakukan dengan pendekatan semiotik. Simbol-simbol tersebut terungkap lewat uberampe, perilaku, dan suasana dalam tiap tahapan upacara perkawinan ngerje. Masyarakat Gayo menganut sistem kekeluargaan belah atau klen dan melakukan sistem perkawinan exogami. Estetikanya berdasarkan pada estetika Islam yang berasal dari teks-teks kitab suci, tradisi puitik, hikayat dan dongeng-dongeng mitologis. Secara pragmatik upacara perkawinan ngerje merupakan pendidikan terhadap kedewasaan dalam berpikir dan bertindak, kerelaan, pembelajaran terhadap keseimbangan hidup dunia dan akhirat, kesetaraan golongan atau klen, menjadi manusia yang ideal dan wujud ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.


Keywords


budaya; upacara perkawinan; estetika; simbol

References


Abidin, Z. 2002. “Makna Simbolik Warna dan Motif Kerawang pada Pakaian Adat Masyarakat Gayo”. Skripsi. FBS Universitas Negeri Yogyakarta.

Arif, A dan Subur Cahyono. 2005. “Aborigin di Tanah Aceh” dalam Kompas, 03 April 2005.

Barthes, R. 2004. Mithologi. Terjemahan Nurhadi. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Berger, A.A. 2005. Tanda-tanda Dalam Kebudayaan Kontemporer, suatu pengantar semiotika. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Dharsono, N.G.P. 2003. Pengantar Estetika Dalam Seni Rupa. Proyek Peningkatan Penelitian Pendidikan Tinggi. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional

Feldman, B. E. 1991. Arts as Image and Idea. Terjemahan Gustami. Yogyakarta: ISI Yogyakarta.

Ibrahim, H.M. 2001. Mujahid Dataran Tinggi Gayo. Yayasan Muqammahmuda Takengon.

Iswidayati, S. 2006. Pendekatan Semiotik, Seni Lukis Kontemporer Jepang Periode 80 an – 90 an, Kajian Estetika Tradisional Wabi Sabi Jepang. Semarang: UNNES PRESS

Kaplan, D. 1999. Teori Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Kompas. Minggu 6 Januari 2002, Minggu 3 April 2005, 20-28 September 2005

Leigh, B. 1989. Tangan-tangan terampil Aceh (The Craft Of Aceh). Jakarta: Djambatan IKAPI

Melalatoa, M.Y. 2001. Didong Pentas Seni Kreativitas Gayo. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia dan Yayasan Sains Estetika dan Teknologi.

Pinan, H.A.AR. 1998. Hakekat Nilai-nilai Budaya Gayo Aceh Tengah. Penerbit Pemda Aceh Tengah.

Rohidi, T. R. 2000. Kesenian dalam Pendekatan Kebudayaan. Bandung: Accent Graphic Communication.

Sobur, A. 2004. Semiotika Komunikasi. Bandung: Rosda.

Van Zoest, Aart. 1993. Semiotika tentang Tanda, Cara Kerjanya, dan Apa Yang Kita Lakukan Dengannya. Terjemahan Ani Sukowati. Jakarta: Yayasan Sumber Agung.

www. Arigayo.com. Situs Resmi Kabupaten Aceh Tengah.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Add comment

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License.