PEMBELAJARAN SENI UNTUK MEMBERDAYAKAN ANAK JALANAN DI SANGGAR ALANG-ALANG SURABAYA

Imam Zaini

Abstract


Membiarkan anak jalanan sebagai bagian dari komunitas anak rawan yang bekerja, dalam rentang waktu yang cukup panjang di jalanan dengan kondisi lingkungan yang keras, tanpa perlindungan memadai, sesungguhnya adalah melanggar hak-hak dasar anak. Padahal sebenarnya mereka juga perlu bermain, belajar dan harus sekolah. Untuk mengeliminasi dan menangani anak jalanan, bukanlah pekerjaan yang mudah. Pendekatan sosial dan ekonomi saja tidak cukup, tetapi juga perlu memperhatikan persoalan budaya mereka. Perlu mengubah pola pikir, sikap mental dan nilai-nilai yang dianut dalam budaya mereka. Perubahan tersebut salah satunya bisa melalui pembelajaran seni. Kelebihan seni yang unik dan menarik, mempermudah anak jalanan untuk ikut dan bergabung belajar di sanggar Alang-alang. Sanggar Alang-alang telah berhasil menangani anak jalanan dengan pendekatan kesenian. Berbagai jenis seni diajarkan, yakni seni musik, seni tari, seni rupa, seni drama/teater, dan seni kerajinan. Strategi pembelajaran seni menekankan pada aspek keterampilan, kecakapan hidup (life skill) dan pendekatan kontekstual. Kontekstual dengan materi, tujuan, sasaran, hasil, pelatih, sumber, lingkungan, waktu, dan metode. Pembelajaran seni di sana dimanfaatkan sebagai media transformasi budaya (pembudayaan) melalui nilai-nilai estetika, etika dan agama. Seni dapat difungsikan untuk memberdayakan anak jalanan, baik secara pribadi, sosial, dan ekonomi. Pembelajaran seni di sanggar Alang-alang ibarat pisau bermata dua. Mata pisau yang satu untuk membedah persoalan budaya anak jalanan, sedangkan mata pisau yang lain untuk memberdayakan anak jalanan.


Keywords


anak jalanan; pemberdayaan; pembelajaran seni

Full Text:

PDF

References


Danandjaya, J. 1988. Antropologi Psikologi, Teori, Metode dan Sejarah Perkembangannya. Jakarta: Rajawali.

Depsos. 2000. Pedoman Penyelenggaraan Pembinaan Anak Jalanan. Surabaya.

Dimyati & Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Depdiknas. 2003. Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 2003. Jakarta: Cemerlang.

Eisner, E.W. 1972. The Educating Artistic Vision. New York: The Macmillan Company.

Farid, M. 1999. Anak yang Membutuhkan Perlindungan Khusus di Indonesia: Analisis Situasi. Jakarta : Unicep dan PKPM Unika Atmajaya.

Irwanto, dkk. 1995. Pekerja Anak di Tiga Kota Besa : Jakarta, Surabaya, Medan. Jakarta: Unicef dan Pusat Penelitian Unika Atmajaya.

Irwanto, dkk.. 1999. Anak yang Membutuhkan Perlindungan Khusus di Indonesia. Jakarta: PKPM Unika Atmajaya.

Irwanto, dkk.. 2003. Pekerja Anak dan Anak Jalanan. Jakarta: Kerjasama Akatiga dengan UNICEP.

Ishaq. 2000. Pengembangan Model Program Pendidikan Taruna Mandiri. Bandung: UPI.

Joesoef, S. 1998. Memahami Konsep Pendidikan Luar Sekolah. Surabaya : Upres IKIP Surabaya.

Kindervater, S. 1979. Nasional Education as An Empowering Process. Massachuseets: Cent. for Inter. Educational University of Massachuseets.

Moleong, L. 1996. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Rohidi, T. Ri. 2000. Ekspresi Seni Orang Miskin. Bandung: Nuansa Cendekia.

Sudjana.1991. Pendidikan Luar Sekolah: Wawasan Sejarah Perkembangan Falsafah dan Teori Pendukung Azas. Bandung: Nusantara Press.

Sudjana. 1992. Pengantar Manajemen Pendidikan Luar Sekolah. Bandung: Nusantara Press.

Sudjana. 1993. Strategi Pembelajaran dalam Pendidikan Luar Sekolah. Bandung: Nusantara Press.

Sudjana. 2004. Pendidikan Nonformal (Nonformal Education), Filsafat dan Teori Pendukung. Bandung: Falah Production.

Suyanto, B. 2003. Anak Jalanan di Kota Surabaya: Isu Prioritas dan Program Penanganannya. Surabaya: Kerja Sama LP Unair dengan Dinsos Kota Surabaya

Soehardjo. 2005. Pendidikan Seni, dari Konsep sampai Program. Malang: Kajian Seni dan Desain Univ. Negeri Malang.

Stewart, A.M. 1994. Empowering People. Singapore: Institut of Management.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Comments on this article

View all comments
 |  Add comment