Resolution of the "Tegal Pangonan" Land Tenure Conflict from an Agrarian Law Perspective: A Case Study in Meteseh Village, Kendal Regency

Authors

  • Dihyan Arga Perdana Universitas Negeri Semarang Author

DOI:

https://doi.org/10.15294/jal.v3i2.45770

Keywords:

Tegal Pangonan land, legal certainty, physical possession, agrarian law, land conflicts

Abstract

This research analyzes the legal certainty of Tegal Pangonan land physically occupied by the community, using a case study of land tenure dynamics in Meteseh Village, Kendal Regency. The primary focus of this study is to examine the phenomenon where long-term physical occupation of land has not yet received formal legal recognition through certification. The research problem stems from differing interpretations of administrative procedures at the village level, which have hindered the land registration process. This study aims to analyze the agrarian legal framework in resolving Tegal Pangonan land tenure conflicts and to identify the role of local government agencies in the land administration process. The method employed is socio-legal (juridical-empirical) with a descriptive-analytical approach. The findings indicate that the lack of legal certainty is often caused by inconsistencies in land data and differing interpretations of evidence regarding physical occupation. As a conceptual solution, this research emphasizes the importance of effective mediation and policy synchronization between village governments, land agencies, and the state to achieve agrarian justice for the community.

References

Afifah, S. N. N., A. N. Suparman, and B. Setiadi. “Optimalisasi Pengelolaan Tanah Kas Desa oleh Pemerintah Desa Bumireja Kecamatan Kedungreja Kabupaten Cilacap.” Jurnal Otonomi 1, no. 1 (2024): 151–164.

Aksinudin, Saim. “Implikasi Pertanahan dalam Penanganan Konflik Agraria di Indonesia.” Litigasi 24, no. 2 (2023): 184–204.

Aksa, F. N., S. M. Widia, and S. Hanani. “Perbandingan Metode Penelitian Yuridis Normatif dan Yuridis Empiris: Penelitian di UIN Sjech M. Djamil Djambek.” NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial 12, no. 6 (2025): 2226–2236.

Ali, K., and A. Saputra. “Tata Kelola Pemerintahan Desa terhadap Peningkatan Pelayanan Publik di Desa Pematang Johar.” Warta Dharmawangsa 14, no. 4 (2020): 602–614.

Amir, Arivan. “Pengalihan Hak Penguasaan Tanah Menurut UUPA dalam Rangka Pendaftaran Tanah Pertama Kali.” Repertorium: Jurnal Ilmiah Hukum Kenotariatan (2019): 51–65.

Ananda, R. G., F. D. A. C. Putri, A. Niravita, and M. A. H. Fikri. “Pentingnya Partisipasi Masyarakat dalam Pendaftaran Tanah untuk Mewujudkan Kepastian Hukum.” Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa 2, no. 6 (2024): 459–469.

Apriani, Desi, and Arifin Bur. “Kepastian Hukum dan Perlindungan Hukum dalam Sistem Publikasi Pendaftaran Tanah di Indonesia.” Bina Mulia Hukum 5, no. 2 (2021): 221–239.

Bimantara, Adrian. “Politik Hukum Pertanahan dalam Upaya Penyelesaian Sengketa Pertanahan di Indonesia.” Jurnal Cahaya Hukum Nusantara 1, no. 1 (2025): 1–10.

Dewi, N. N., and H. Setiasih. “Penyelesaian Sengketa Tanah melalui Mediasi Berdasarkan Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 21 Tahun 2020 (Studi Kasus di Kantor Pertanahan Kota Surabaya).” DEKRIT: Jurnal Magister Ilmu Hukum (2024): 67–68.

Dimas, R. “Publikasi Pendaftaran Tanah di Negara Indonesia Ditinjau dari Teori Kepastian Hukum.” In Prosiding SERINA, 1, no. 1 (2021): 209–216.

Dispendukcapil Kabupaten Kendal. “Data Kependudukan Kabupaten Kendal.” Diakses 14 Februari 2026. https://dispendukcapil.kendalkab.go.id/.

Fakhrurrozi, Muhammad, Yuniar Rahmatiar, and Muhamad Abas. “Kajian Hukum Tata Negara terhadap Perlindungan Hak atas Tanah dalam Konteks UU No. 5 Tahun 1960.” (2025): 148–157.

Hastarini, Arvita. “Kedudukan Hukum Masyarakat Adat dalam Memperoleh Hak atas Tanah di Indonesia.” Jurnal Hukum Sasana 8, no. 2 (2022).

Idrus, M. B., M. C. Thalib, and M. H. Muhtar. “Kesenjangan Hukum dan Realitas Sosial dalam Transaksi Tanah tanpa Sertifikat.” YUDHISTIRA: Jurnal Yurisprudensi, Hukum dan Peradilan 3, no. 2 (2025): 84–91.

Jayanti, C. I. Studi Pengelolaan Tanah Kas Desa di Desa Pengasih Kecamatan Pengasih Kabupaten Kulon Progo. Doctoral dissertation, Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional, 2021.

MetroTVNews.com. “Kecewa Hak atas Tanah Tak Terpenuhi, Warga Meteseh Boja Ancam Golput.” 2025. Diakses 25 Januari 2026. https://www.metrotvnews.com/play/NnjC4Dn8-kecewa-hak-atas-tanah-tak-terpenuhi-warga-meteseh-boja-ancam-golput.

Kesuma, Heruressandy Setia, and Roziqin. “Kepastian Hukumterhadap Penguasaan Tanah Negara Berdasarkan Izin Membuka Tanah Negara (IMTN).” Journal de Facto 8, no. 1 (2021): 17–33.

Kurniati, N., and E. L. Fakhriah. “BPN sebagai Mediator dalam Penyelesaian Sengketa Tanah di Indonesia Pasca Perkaban No. 11 Tahun 2016.” Sosiohumaniora 19, no. 2 (2017): 95–105.

Kurniati, K., B. Madiong, and Z. Makkawaru. “Analisis Penyelesaian Sengketa Tanah melalui Jalur Mediasi di Desa Bontomanai Kecamatan Manngarabombang Kabupaten Takalar.” Jurnal Paradigma Administrasi Negara 3, no. 2 (2021): 144–151.

Kushartono, T., T. Rohayatin, D. Kurnia, W. Wulandari, and S. Munawaroh. “Peningkatan Kapasitas Pemerintah Desa melalui Tata Kelola Aset Desa.” Aksiologiya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 6, no. 3 (2022): 451–458.

Labunga, N., N. Ismail, and D. A. Kodai. “Analisis Hukum Peran Pemerintah Desa dalam Penyelenggaraan Kebijakan Administrasi Pertanahan dalam Penerbitan Sertipikat Tanah di Desa Datahu Kecamatan Anggrek Kabupaten Gorontalo Utara.” Gorontalo Justice Research (2025): 53–63.

Masnah, M. “Implementasi Kebijakan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Muaro Jambi.” Jurnal Renaissance 6, no. 2 (2021): 783–801.

Nasrudin, N., Nursari, and Jamaludin. “Memahami Status Tanah di Indonesia antara Hak Milik dan Hak Menguasai Negara.” Qanuniya: Jurnal Ilmu Hukum 2, no. 2 (2025): 61–75.

Nayoan, F., and P. K. Prasetyo. “Partisipasi Masyarakat dalam Pengadaan Tanah untuk Pembangunan bagi Kepentingan Umum di Muara Rupit Sumatera Selatan.” Tunas Agraria 3, no. 2 (2020): 86–100.

Parapat, J. D., and B. Kurniawan. “Implementasi Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sebagai Upaya Percepatan Pendaftaran Tanah di Provinsi Jawa Timur.” Publika (2021): 355–368.

Puspitoningrum, W. H. “Peningkatan Hak Guna Bangunan yang Habis Masa Berlakunya Menjadi Hak Milik atas Tanah.” Jurnal Hukum dan Kenotariatan 2, no. 2 (2018): 276–287.

Rahmadhan, M. I. W., R. J. Saputra, and A. Mubarok. “Peran Teknologi Informasi dalam Pengelolaan dan Pengawasan Tanah: Perspektif Hukum Agraria.” Notary Law Journal 3, no. 2 (2024): 101–114.

Ramadhani, R. “Pendaftaran Tanah sebagai Langkah untuk Mendapatkan Kepastian Hukum terhadap Hak atas Tanah.” SOSEK: Jurnal Sosial dan Ekonomi 2, no. 1 (2021): 31–40.

Ramli, A., D. Heriyanto, T. Fezer, and D. Latifiani. “Embracing Social Justice: Exploring the Journey from Land Reform to Agrarian Reform.” In The Fourth International Conference on Innovations Social Sciences Education and Engineering, vol. 4 (2024): 049–049.

Rejekiningsih, T. “Asas Fungsi Sosial Hak atas Tanah pada Negara Hukum (Suatu Tinjauan dari Teori, Yuridis, dan Penerapannya di Indonesia).” Yustisia 5, no. 2 (2016): 298–325.

Rosy, K. O., D. G. S. Mangku, and N. P. R. Yuliartini. “Peran Mediasi dalam Penyelesaian Sengketa Tanah Adat Setra Karang Rupit di Pengadilan Negeri Singaraja Kelas 1B.” Ganesha Law Review 2, no. 2 (2020): 155–166.

Safitri, S. D., Y. Cikusin, and Hayat. “Upaya Pemerintah Desa dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik.” Jurnal Indonesia Sosial Sains 3, no. 5 (2022).

Saidin, S., A. M. Wati, and R. A. Pratama. “Fungsi Pemerintah Desa dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Administrasi Pertanahan: Studi Desa Alebo Kecamatan Konda.” PAMARENDA: Public Administration and Government Journal 4, no. 1 (2024): 63–74.

Salam, Safrin. “Penguasaan Fisik Tanah sebagai Alat Bukti Kepemilikan Tanah Ulayat di Pengadilan.” CREPIDO 5, no. 1 (2023): 1–14.

Sari, I. “Hak-hak atas Tanah dalam Sistem Hukum Pertanahan di Indonesia Menurut Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA).” Jurnal Mitra Manajemen 9, no. 1 (2017).

Silalahi, G. N., and G. Djajaputra. “Analisis Perlindungan Hukum bagi Pihak yang Memiliki Hak atas Tanah.” UNES Law Review 6, no. 4 (2024): 10583–10589.

Suharto, B., and Supadno. “Hambatan-hambatan dalam Pelaksanaan Program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL).” The Indonesian Journal of Public Administration 9, no. 1 (2023).

Sulistyaningsih, R. “Reforma Agraria di Indonesia.” Perspektif: Kajian Masalah Hukum dan Pembangunan 26, no. 1 (2021): 57–64.

Semarangsekarang.com. “Sulit Peroleh Hak atas Tanah, Warga Boja Ancam Golput.” Diakses 25 Januari 2026. https://semarangsekarang.com/hukum/sulit-peroleh-hak-atas-tanah-warga-boja-ancam-golput/.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Downloads

Published

2026-03-31

Article ID

45770

Issue

Section

Articles

How to Cite

Resolution of the "Tegal Pangonan" Land Tenure Conflict from an Agrarian Law Perspective: A Case Study in Meteseh Village, Kendal Regency. (2026). Indonesian Journal of Agrarian Law, 3(2), 1114-1162. https://doi.org/10.15294/jal.v3i2.45770