Abstract

Kebijakan belajar daring pada masa pandemi COVID-19 dilakukan untuk mengantisipasi adanya penyebaran virus. Aspek pengetahuan sebagai poin evaluasi pembelajaran dinilai berdasarkan pemahaman konsep siswa ketika belajar daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen three tier multiple choice diagnostic test yang teruji kelayakan, validitas, dan reliabilitasnya. Metode penelitian menggunakan model 4D. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI dan XII SMAN 2 Semarang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, lembar validasi, soal tes, lembar angket user response. Hasil validasi instrumen tes diperoleh rerata skor 32 dari skor 36 yang masuk dalam kategori sangat valid. Analisis kualitas instrumen menggunakan teori tes klasik pada uji coba kecil, uji coba besar, dan uji implementasi diperoleh estimasi reliabilitas berturut turut 0,8353; 0,8603; 0,8353. Rekapitulasi angket user response terhadap instrumen tes menunjukkan tanggapan positif. Profil pemahaman konsep pada uji coba 128 siswa diperoleh kriteria paham konsep 38%, paham konsep tidak percaya diri 3%, kurang paham konsep 4%, tidak paham konsep 16%, miskonsepsi positif 9%, miskonsepsi negatif 11%, dan miskonsepsi penuh 19%. Disimpulkan bahwa produk pengembangan instrumen Three Tier Multiple Choice Diagnostic Test Berbantuan E-Project Technology layak untuk analisis pemahaman konsep.