Apakah Aktivitas Fisik dan Tingkat Stres Mempengaruhi Status Gizi Karyawan Dewasa? Sebuah Studi pada Karyawan PT Kaltim Prima Coal
DOI:
https://doi.org/10.15294/nutrizione.v5i2.37389Keywords:
Aktivitas fisik, tingkat stres, perilaku makan, status gizi, karyawanAbstract
Status gizi, terutama kondisi obesitas pada karyawan dewasa, merupakan aspek krusial yang berdampak pada kesehatan dan produktivitas kerja, namun hal ini sering kali diabaikan dalam lingkungan industri. Aktivitas fisik dan tingkat stres diduga berperan signifikan dalam menentukan status gizi, namun bukti empiris terkait hal tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aktivitas fisik dan tingkat stres terhadap status gizi karyawan dewasa. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan 106 subjek karyawan dewasa PT. Kaltim Prima Coal, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Pengambilan sampel menggunakan metode consecutive sampling. Aktivitas fisik diukur dengan menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), tingkat stres dengan Depression, Anxiety, and Stress Scale-21 (DASS-21), status gizi dengan pengukuran antropometri Indeks Massa Tubuh (IMT), dan perilaku makan sebagai co-founding factor menggunakan Adult Eating Behaviour Questionnaire (AEBQ). Uji statistik menggunakan SPSS versi 25 dengan uji Spearman dan regresi logistik ordinal. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara aktivitas fisik dan tingkat stres dengan status gizi, dengan nilai p masing-masing 0,039 dan 0,048 serta nilai r sebesar -0,588 dan 0,441. Sementara itu, perilaku makan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan status gizi (p = 0,242; r = 0,114). Analisis multivariat mengindikasikan bahwa aktivitas fisik menjadi faktor yang berpengaruh paling kuat terhadap status gizi.